Ragam  

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, Khofifah Gencarkan Kolaborasi Industri Halal Nasional

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026, Khofifah Gencarkan Kolaborasi Industri Halal Nasional (Foto: KabarBursa.com)

KabarSumatra.com— Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya membangun penguatan sinergi dan kolaborasi dalam ekosistem industri halal.

Ini disampaikan Khofifah dalam acara Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026.

Acara ini diselenggarakan di di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti proses panjang dalam memastikan kehalalan produk.

Mulai dari pemotongan hewan hingga pengolahan lebih lanjut.

Ia menceritakan pengalamannya menginspeksi Rumah Potong Hewan (RPH) di Jawa Timur.

“Mari kita ke pasar tradisional. Proses untuk menggiling daging dicampur (halal dan non halal). Di situ saya kemudian menyampaikan, itulah yang kemudian jadi bakso, itulah yang kemudian jadi soto, itulah yang kemudian jadi rawon, dan seterusnya,” ujar dia.

Menurut Khofifah, diperlukan edukasi dan standar yang ketat untuk memastikan bahwa sumber, proses.

Hingga produk akhir yang dikonsumsi masyarakat adalah halal.

“Jadi kalau kita mau bilang halal ekosistem, kita kan ceritanya ekosistem, bukan hanya apa Islamic Finance. Dan bukan hanya halal center, tapi ada proses yang membersamai itu semua,” tambahnya.

Khofifah juga menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Termasuk edukasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal dan praktik-praktik yang sesuai syariat Islam.

Pemerintah provinsi juga telah berkomunikasi dengan berbagai stakeholder untuk mewujudkan rantai pasok halal yang terintegrasi.

“Akhirnya dari nol RPH halal, sekarang semua RPH di Jawa Timur sudah halal. Nah, setelah itu kita masuk pada RPU (Rumah Potong Unggas). RPU untuk unggas, dari nol sekarang semua RPU sudah halal,” jelas Khofifah.

Khofifah juga menyinggung tentang pentingnya sinergi dengan perbankan syariah.

Serta keterlibatan berbagai perusahaan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung industri halal, termasuk zakat produktif.

“Sinergi ini adalah sebuah keniscayaan. Saya ingin menyampaikan kepada kita semua, saya rasa ini seiring dengan apa yang disampaikan oleh narasumber sebelumnya,” jelas Khofifah.

Sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia menjadi pemain kunci dalam ekonomi syariah dunia, Kabar Grup Indonesia, UIN Sunan Kalijaga, dan Business Leaders Network (B57+) resmi berkolaborasi menyelenggarakan Forum Ekonomi Regional Jawa Halal Ecosystem 2026.

Adapun forum ini mengambil tema “Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem halal internasional.

Potensi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri makanan dan minuman halal.

Kemudian modest fashion, wisata halal, industri kreatif, keuangan syariah, hingga akselerasi gaya hidup halal berbasis digital.

Pemerintah terus menunjukkan komitmen tinggi melalui berbagai kebijakan.

Seperti percepatan proses sertifikasi halal, penguatan daya saing industri, pemberdayaan UMKM.

Hingga program peningkatan literasi ekonomi syariah bagi masyarakat.

Exit mobile version