Kepri  

PKK Jadi Garda Terdepan, Angka Stunting Kepri Turun 15 Persen

PKK Jadi Garda Terdepan, Angka Stunting Kepri Turun 15 Persen
Ilustrasi anak stunting (Dok : int).

KabarSumatra.com — Upaya penurunan stunting di Kepulauan Riau membuahkan hasil yang nyata. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat membuat angka stunting di provinsi ini turun menjadi 15 persen pada tahun 2024. Penurunan tersebut tercatat dalam Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) setelah sebelumnya berada di angka 16,8 persen pada tahun 2023.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Muhammad Bisri, menyampaikan apresiasinya terhadap peran Tim Penggerak PKK sebagai garda terdepan edukasi stunting. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan.

“PKK tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam memanfaatkan posyandu dan fasilitas kesehatan guna mencegah stunting pada anak,” ujar Bisri di Tanjungpinang, dikutip Minggu (23/11/2025).

Dari tujuh kabupaten/kota, Kabupaten Bintan mencatat penurunan paling mencolok, dari 18 persen menjadi 11 persen. Capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi yang solid antara TP PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menekan angka stunting secara signifikan.

Ketua TP PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting merupakan bagian dari 10 Program Pokok PKK, dengan sektor kesehatan menjadi prioritas utama. Ia menyebut komitmen PKK dalam menurunkan stunting tidak hanya disampaikan melalui program, namun diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

TP PKK Kepri menjalankan berbagai program pencegahan, mulai dari penyuluhan bahaya stunting, edukasi cara pencegahan sejak dini, hingga kolaborasi erat dengan posyandu untuk pengumpulan data dan penanganan cepat bagi bayi dan balita berisiko.

Dewi juga menampilkan sejumlah program unggulan seperti Kampung CERIA, Dapur Sehat Atasi Stunting, peningkatan gizi seimbang, serta sosialisasi “Isi Piringku” untuk mendorong pola makan sehat di keluarga. Program-program ini berdampak besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi anak.

Ia menekankan perlunya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Dasawisma PKK, posyandu, dan seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan penanganan keluarga berisiko stunting dilakukan secara komprehensif dan cepat.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri, Dewi Ansar turut mengajak masyarakat menjaga kesehatan anak sebagai investasi jangka panjang.

“Ayo jaga anak-anak kita dari stunting. Anak sehat dan cerdas adalah cikal bakal generasi emas Kepri,” ujarnya.

Seruan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan penurunan angka stunting tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam menjaga generasi penerus Kepri.

Exit mobile version