KabarSumatra.com — Hujan ekstrem yang mengguyur Sumatera Barat sejak Minggu malam kembali memicu bencana besar. Sebanyak 13 kabupaten/kota di provinsi tersebut dilanda banjir dan longsor pada Selasa (25/11/2025), memaksa ribuan warga mengungsi dan merusak berbagai fasilitas umum.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengungkapkan seluruh wilayah yang terdampak meliputi Padang, Padang Pariaman, Kota Solok, Agam, Kota Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.
“Akibat hujan deras sejak Minggu, 13 daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor,” kata Ilham kepada wartawan di Padang.
Ia menyebutkan, hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Namun puluhan ribu rumah terendam dan ribuan warga dievakuasi ke lokasi aman.
“Saat ini kami sedang melaporkan dampak dari bencana ini,” lanjutnya.
BPBD Sumbar juga melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan ke pos pengungsian, termasuk makanan dan kebutuhan darurat lainnya.
Fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Salah satu yang terdampak paling parah adalah jalan nasional Sumbar–Bengkulu yang terputus akibat akumulasi tinggi di Pesisir Selatan.
10 Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem Sejak Senin Dini Hari
Laporan BPBD Sumbar menyebutkan setidaknya 10 daerah mengalami dampak bencana mulai banjir, longsor, angin kencang, hingga amblasnya badan jalan.
Kabid Kedaruratan BPBD Sumbar, Fajar Sukma, menyebut tiga wilayah dengan dampak terparah adalah Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang.
“Intensitas hujan tinggi sejak malam hingga dini hari menyebabkan banjir, longsor, pohon tumbang, serta kerusakan infrastruktur di sepuluh kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Kota Padang: Pohon Tumbang hingga Tanah Amblas
Di Kota Padang, hujan deras menimbulkan pohon tumbang, banjir genangan di Kelurahan Gunung Pangilun, dan tanah amblas yang merusak satu rumah warga serta badan Jalan Bukit Peti-peti.
Kota ini tercatat sebagai daerah pertama yang melaporkan kejadian bencana pada Senin dini hari.
Padang Pariaman: 3.076 Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak
Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Sebanyak 3.076 rumah terendam, dengan total 9.228 jiwa terdampak.
Kerusakan infrastruktur cukup luas, meliputi dua jembatan rusak, satu bendungan jebol, dua saluran irigasi rusak, serta dua akses jalan putus atau amblas.
Tiga titik longsor juga menimbun badan jalan. Fasilitas pendidikan juga terdampak, termasuk SDN 10 Batang Gasan. Talud banda di Korong Toboh juga melaporkan amblas.
Kota Solok: Banjir dan Bangunan Runtuh
Di Kota Solok, curah hujan tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Satu bangunan dilaporkan runtuh, sementara 18 jiwa dari enam KK terdampak dan harus dievakuasi.
Agam: Bencana Paling Kompleks
Kabupaten Agam menjadi daerah dengan dampak paling beragam. Banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang terjadi hampir bersamaan di berbagai titik, membuat wilayah ini masuk dalam kategori terdampak paling kompleks.
