Riau  

BMKG Prediksi Hujan Guyur Riau Hari Ini, 11 Daerah Tetapkan Status Siaga Bencana

Cuaca Ekstrem Mengintai, Aceh Berlakukan Status Siaga hingga 20 April
Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Riau berpotensi diguyur hujan sepanjang hari ini, Rabu (17/12/2025). Seiring meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi, sebanyak 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat.

BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di berbagai wilayah Riau. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, menjelaskan pada pagi hari kondisi cuaca yang didominasi udara kabur hingga berawan. Berdasarkan pantauan radar cuaca terkini, hujan ringan hingga sedang terdeteksi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca yang diprakirakan bervariasi antara cerah berawan hingga berawan. Peluang hujan ringan hingga sedang meluas ke Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.

“Waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Putri Santy.

Ia menyebutkan potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai, terutama pada pagi hingga sore hari.

Pada malam hari, kondisi cuaca di Riau masih diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan hingga sedang tetap terjadi di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi. Sementara pada dini hari menjelang Kamis (18/12), hujan ringan berpotensi melanda Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi cuaca buruk yang dapat menurunkan jarak pandang dan memicu gelombang hingga 2,5 meter.

Seiring kondisi cuaca tersebut, Pemerintah Provinsi Riau mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Sudah 11 kabupaten kota di Riau menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, Selasa (16/12/2025).

Menurut Edy Afrizal, daerah yang telah menetapkan status siaga meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru dan Dumai.

“Sementara daerah yang belum menetapkan status siaga adalah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kita juga sudah mendorong agar pemerintah setempat segera menetapkan status yang sama, sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kita lebih mudah melakukan koordinasi,” terangnya.

BPBD Riau mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan ketinggian udara, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir. Kami juga sudah meminta daerah-daerah ketika terjadi bencana banjir agar segera melapor, dan jika membutuhkan bantuan segera menyampaikan agar kami bisa langsung turun ke lokasi bencana,” tutupnya.

Exit mobile version