Riau  

Di Tengah Ancaman Bencana, Sekolah di Riau Dilarang Gelar Kegiatan Study Tour

Di Tengah Ancaman Bencana, Sekolah di Riau Dilarang Study Tour
Disdik Provinsi Riau mengeluarkan larangan kegiatan study tour bagi seluruh satuan pendidikan (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Di saat cuaca ekstrem dan potensi bencana terus membayangi wilayah Sumatra, langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Riau yang melarang seluruh satuan pendidikan mengadakan kegiatan study tour mendapat dukungan penuh dari legislatif.

Anggota Komisi V DPRD Riau, Fairus, menilai kebijakan tersebut sebagai keputusan yang tepat di tengah meningkatkan risiko perjalanan menjelang pergantian tahun. Apalagi, sejumlah daerah di Riau saat ini telah berstatus siaga darurat banjir dan longsor, ditambah kondisi geografis provinsi tetangga yang juga rawan bencana.

“Larangan ini bukan untuk membatasi ruang gerak sekolah, melainkan untuk melindungi. Keselamatan siswa, guru, dan seluruh civitas akademika harus menjadi prioritas utama di tengah ancaman bencana yang nyata,” ujar Fairus di Pekanbaru, dikutip Jumat (19/12/2025).

Menurut Fairus, surat peringatan keras yang dikeluarkan Disdik Riau bukan sekadar imbauan, melainkan aturan yang bersifat mengikat. Oleh karena itu, ia menegaskan seluruh kepala sekolah wajib mematuhinya tanpa mengulanginya.

Ia juga mendorong Disdik Riau untuk melakukan pengawasan ketat serta tidak ragu menjatuhkan sanksi administratif bagi sekolah yang tetap nekat memberangkatkan siswa ke luar daerah.

“Ini sudah menjadi peringatan resmi, bukan sekadar imbauan biasa. Jika masih ada sekolah yang bandel, pemerintah harus memberikan sanksi tegas. Ini mencakup disiplin dan kepatuhan terhadap protokol keselamatan publik yang sedang kita jalankan bersama,” tegasnya.

Selain melarang kegiatan study tour, Fairus juga menyambut baik imbauan agar perangkat sekolah menunda perjalanan pribadi selama libur akhir tahun. Langkah tersebut diukur sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri kepada kepala daerah untuk memastikan kesiapsiagaan aparatur menghadapi potensi bencana.

Sebagai alternatif atas pembatalan wisata sekolah, Fairus mendorong pihak sekolah tetap menghadirkan kegiatan produktif yang lebih aman dan edukatif. Menurutnya, aktivitas di lingkungan sekolah justru bisa memberikan nilai tambah bagi siswa.

“Daripada melakukan perjalanan yang berisiko, sekolah bisa memanfaatkan momentum ini untuk kegiatan positif seperti pelatihan mitigasi bencana, bakti sosial, atau workshop kreatif. Ini jauh lebih edukatif dan relevan dengan kondisi darurat yang sedang kita hadapi saat ini,” pungkas Fairus.

Exit mobile version