KabarSumatra.com — Upaya pemulihan akses vital penghubung Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues terus dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh mulai membuka kembali ruas Jalan Provinsi Peureulak–Lokop–batas tertutup Gayo Lues yang sempat longsor, dengan pengerjaan di
Kegiatan pengendalian dan pembersihan longsoran badan jalan dilakukan pada Senin (12/1/2026). Langkah ini diperbaiki untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang terdampak bencana, memastikan mobilitas warga dan distribusi logistik dapat kembali berjalan.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST., menjelaskan bahwa selain membersihkan material longsor di badan jalan, ia juga melakukan pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Lokop. Pekerjaan tersebut menggunakan satu unit exc
Di sepanjang ruas jalan terdampak, pembersihan dan pembukaan akses baru dilakukan di sejumlah titik, yakni Km 106+450, Km 106+500, Km 106+550, Km 106+600, dan Km 106+650.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas PUPR Aceh mengerahkan alat berat dalam jumlah besar, terdiri dari lima unit excavator, empat unit bulldozer, satu unit motor grader, satu unit excavator kepiting, serta dua unit dump truck Hercules yang mendapat dukungan dari BNPB.
“Hingga akhir pelaksanaan kegiatan, pembersihan longsoran yang menutupi badan jalan telah diselesaikan pada titik Km 106+450 dan Km 106+500. Sementara itu, pekerjaan di titik lainnya masih terus dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan,” ungkap Mawardi, dikutip Rabu (14/1/2026).
Ia mengakui proses penanganan di lapangan tidak lepas dari sejumlah kendala, mulai dari terputusnya jaringan komunikasi seluler, ketiadaan aliran listrik, hingga jauhnya jarak distribusi konsumsi bagi petugas.
Meski begitu, Mawardi menegaskan semangat tim PUPR Aceh tetap terjaga untuk hadir melayani masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu segera memulihkan akses jalan, sehingga mobilitas warga serta distribusi bantuan pascabencana dapat kembali normal.
