Riau  

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Rupat Bengkalis, 43 Hotspot Terpantau Satelit

Karhutla Hanguskan 10 Hektare Lahan di Rupat Bengkalis, 43 Hotspot Terpantau Satelit
Tim gabungan saat memadamkan api (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Api yang muncul pada Rabu (11/2/2026) meluas dengan cepat dan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2.

Peristiwa ini langsung memicu respons cepat tim gabungan di lapangan untuk mencegah api menjalar ke organisasi dan kebun warga.

“Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, tim RPK PT.SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung terjun ke lokasi untuk menjinakkan api,” ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Minggu (15/2/2026).

Petugas melakukan pemadaman dan pemadaman secara bertahap. Berdasarkan pengamatan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar serta perkebunan sawit di atas tanah gambut kering.

“Karakteristik tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan, ditambah cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap berubah arah, menjadi tantangan berat bagi para petugas yang berjuang di garda terdepan,” jelas Fahrian.

43 Titik Panas Terdeteksi Satelit

Pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning mencatat 43 titik api dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi. Data berasal dari satelit SNPP NASA dan menunjukkan titik api di satu hamparan luas.

“Sebagian lokasi sudah berhasil kami padamkan, namun tim masih menemukan munculnya api baru di area yang baru saja terbakar,” ungkap Fahrian.

Prioritas petugas saat ini adalah melokalisasi kebakaran hingga ke lapisan tanah terdalam guna mencegah kebakaran susulan.

Kendala Air dan Penanganan Darurat

Upaya pemadaman terkendala minimnya sumber air karena tidak tersedia kanal maupun embung permanen di sekitar lokasi.

“Untuk sementara, petugas terpaksa mengandalkan pasokan udara dari kanal milik PT.SRL yang letaknya cukup jauh, sehingga memerlukan penyambungan puluhan rol selang untuk mencapai pusat api,” terang Fahrian.

Satu unit alat berat telah diterjunkan untuk membuat sekat bakar dan embung darurat. Mesin mini strike milik BPBD dan perusahaan setempat juga dioptimalkan demi menjaga pasokan udara saat kondisi cuaca terik.

Penyelidikan dan Imbauan

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus mengidentifikasi pemilik lahan.

“Hingga saat ini, Polsek Rupat masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan tersebut,” jelasnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara pembakaran guna mencegah kabut asap yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan.

Exit mobile version