Riau  

Arus Mudik Lebaran 2026 di Riau Diprediksi Mulai 13 Maret, Puncak 17–18 Maret

Arus Mudik Lebaran 2026 di Riau Diprediksi Mulai 13 Maret, Puncak 17–18 Maret
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning di Mapolda Riau (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mulai menyiapkan berbagai persiapan transportasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Pemerintah daerah memprediksi pergerakan masyarakat mulai meningkat pada pertengahan Maret, dengan puncak arus mudik prediksi terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Onki Hertawan, mengatakan fase arus mudik diperkirakan berlangsung pada 13 hingga 20 Maret 2026. Lonjakan jumlah pemudik diperkirakan meningkat seiring dimulainya masa libur panjang.

“Arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 13 sampai 20 Maret. Puncaknya kemungkinan Selasa malam 17 Maret atau Rabu pagi, mengingat libur panjang sudah dimulai sejak hari libur Nyepi,” ujar Onki saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning di Mapolda Riau, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, momentum libur panjang yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi diperkirakan akan memicu peningkatan mobilitas masyarakat lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, fase arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 23 hingga 29 Maret 2026. Kepadatan kendaraan diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin dan Selasa, 23–24 Maret 2026, ketika masyarakat mulai kembali ke kota tempat bekerja maupun beraktivitas.

Untuk menjamin kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran, Dishub Riau melakukan berbagai langkah persiapan, salah satunya dengan memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum melalui pemeriksaan berkala.

“Kami memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum melalui pemeriksaan berkala agar seluruh armada yang beroperasi benar-benar aman dan layak jalan,” ujar Onki.

Selain pemeriksaan armada, peningkatan pelayanan juga dilakukan di berbagai fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, dan bandara.

Upaya ini mencakup penyediaan ruang tunggu yang lebih nyaman serta fasilitas tempat ibadah yang memadai bagi penumpang.

Dishub Riau juga menyiapkan ribuan armada untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran. Tercatat sebanyak 28.380 armada transportasi darat disiapkan untuk melayani perjalanan pemudik.

Selain itu, tersedia pula 5 kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 12 maskapai penerbangan, serta 10 kapal laut yang siap mengangkut penumpang selama periode mudik dan arus balik.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mengatur operasional kendaraan angkutan barang pada periode tertentu.

Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, termasuk kendaraan dengan kereta tempel maupun gandengan, guna mengurangi potensi kepadatan lalu lintas.

Onki juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia mengingatkan agar memastikan pengendara mematuhi aturan lalu lintas serta kondisi kendaraan sebelum berangkat.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak membawa barang berlebihan, serta membawa kelengkapan surat kendaraan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat karena itu berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” tutupnya.

Exit mobile version