KabarSumatra.com — Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta menetapkan sejumlah kriteria prioritas dalam proses seleksi peserta program mudik gratis Balek Besamo 2026 yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau. Penetapan syarat ini dilakukan untuk memastikan kuota perjalanan bagi pelajar asal Riau di perantauan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Ketua HKI Yogyakarta, Rafsan Jzani, mengatakan panitia telah menyepakati tiga syarat utama bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program Balek Besamo tahun ini.
Kriteria tersebut disusun agar peserta yang berangkat benar-benar mereka yang sekaligus membutuhkan kontribusi positif selama berada di perantauan.
“Kami memberikan tiga prioritas syarat, aspek prioritas pertama tentu bagi mahasiswa yang kurang mampu. Kedua, diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi mengharumkan nama Riau di Jogja, Solo, dan Malang. Syarat ketiga punya kontribusi besar terhadap organisasi daerah di perantauan,” ujarnya, dikutip Senin (9/3/2026).
Menurut Rafsan, penetapan kriteria prioritas ini juga menjadi langkah penting untuk menghindari potensi kericuhan saat proses pendaftaran.
Pasalnya, jumlah siswa yang berminat mengikuti program Balek Besamo jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.
“Persyaratan tersebut dilakukan agar tidak terjadi keos disaat pendaftaran.Setelah memenuhi syarat prioritas, kawan-kawan bisa menunjukkan KTP asal Riau dan KTM di Kampus Jogja, Solo, atau Malang,” jelasnya.
Selain menetapkan syarat prioritas, IPR Yogyakarta juga mengatur distribusi kursi bagi mahasiswa yang berada di sejumlah kota perantauan.
Pembagian ini dimaksudkan agar setiap daerah asal di Riau memiliki kesempatan yang adil untuk mengikuti program mudik gratis tersebut.
Rafsan menjelaskan bahwa sebagian besar kuota dialokasikan untuk pelajar yang berada di Yogyakarta. Hal ini karena kota tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan dengan jumlah siswa asal Riau yang cukup besar.
“Karena Jogja ini merupakan provinsi, kami telah sepakat membagi lagi untuk perwakilan mahasiswa dari Kota Pekanbaru 5 kursi, Kabupaten Siak 5 kursi, dan seterusnya pembagiannya 5 kursi setiap daerah sehingga mencapai total 60 kursi,” terangnya.
Sementara itu, untuk mahasiswa asal Riau yang berada di Kota Solo disediakan kuota sebanyak 20 kursi. Sedangkan pelajar di Malang mendapatkan jatah sebanyak 10 kursi dari total kuota yang tersedia.
“Dengan pembagian tersebut, kami berharap seluruh perwakilan daerah bisa ikut serta sehingga kuota 90 peserta dapat terpenuhi dengan baik,” tambah Rafsan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Riau atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Menurutnya, program Balek Besamo menjadi solusi bagi pelajar yang ingin pulang kampung namun terkendala biaya perjalanan.
“Terima kasih banyak Pemprov Riau, pulang kampung dengan suasana kebersamaan seperti ini jarang kami rasakan,” ucapnya.
Ia menilai program mudik gratis tersebut tidak hanya membantu mahasiswa secara ekonomi, tetapi juga mempererat kebersamaan sesama pelajar Riau di perantauan.
“Kami semua bersyukur juga, diberikan mudik gratis sangat membantu pelajar yang mau pulang tapi kendala dengan uang,” tutupnya.
