KabarSumatra.com— Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Hijriah Islam.
Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan mulia yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam.
Nama “Dzulhijjah” berasal dari kata “haji”, karena pada bulan inilah umat Muslim melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
Selain itu, Dzulhijjah juga identik dengan perayaan Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban.
Kalau di bulan Ramadan kita punya sepuluh malam terakhir yang paling diburu, nah di bulan Dzulhijjah ini kebalikannya.
Kita punya sepuluh hari pertama yang luar biasa istimewa.
Ini adalah waktu-waktu emas di mana setiap kebaikan yang kita lakukan sekecil apa pun itu bakal langsung dapat tempat spesial di hadapan Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW bahkan pernah mengingatkan kita lewat sebuah hadis Beliau bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”
Para sahabat sempat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar membawa jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali membawa sesuatu pun (gugur).” (HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan kalau di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini, semua ibadah utama dalam Islam berkumpul jadi satu.
Mulai dari salat, puasa, sedekah, kurban, sampai ibadah haji.
Berikut Ini Amalan di Bulan Dzulhijjah Beserta Dalilnya:
1.Puasa Sunnah (Tanggal 1–9 Dzulhijjah)
Salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda tentang puasa Arafah:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Selain mendapat pahala puasa, amalan ini juga menjadi bentuk latihan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ketakwaan kepada Allah SWT.
2.Basahi Lidah dengan Zikir dan Takbir
Pada hari-hari Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir seperti takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh lebih dicintai pada hari itu daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad)
Kalimat zikir yang dianjurkan antara lain:
• Allahu Akbar
• Alhamdulillah
• Laa ilaaha illallah
• Subhanallah
3. Sisihkan Uang Buat Sedekah dan Bantu Sesama
Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, terlebih pada hari-hari mulia Dzulhijjah.
Membantu sesama, memberi makan, hingga berbagi kepada fakir miskin termasuk amal yang dicintai Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Sedekah di bulan mulia menjadi kesempatan memperbanyak pahala sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
4.Jaga Hubungan dengan Al-Qur’an dan Doa
Membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, istighfar, dan memperbaiki ibadah menjadi amalan yang dianjurkan selama Dzulhijjah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra’: 9)
Hari-hari Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik memperbanyak doa, khususnya saat Hari Arafah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi)
5.Siapkan Kurban Terbaikmu
Ibadah kurban menjadi salah satu syiar utama di bulan Dzulhijjah, khususnya saat Idul Adha.
Allah SWT berfirman:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.
Allah SWT juga menegaskan:
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37).
