KabarSumatra.com-– Astra Credit Companies (ACC) kini resmi melebarkan lini bisnis usahanya di sektor investasi.
Perusahaan pembiayaan terkemuka ini menghadirkan program cicilan emas inovatif yang diberi nama Kemilau.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Januari 2026, program ini langsung mendapat respons positif dan animo yang luar biasa dari masyarakat.
Kepala Cabang ACC Plaju, Shafwan, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia menjadi alasan utama bagi ACC, untuk menghadirkan layanan pembiayaan emas ini.
Menurutnya, pasar cicilan emas sangat menjanjikan di tengah tren masyarakat.
Apalagi masyarkat kian sadar akan pentingnya investasi jangka panjang.
Keunggulan Program Cicilan Emas Kemilau ACC
Program cicilan emas Kemilau yang ditawarkan oleh ACC dirancang dengan berbagai kemudahan yang memanjakan konsumen.
Beberapa keunggulan utamanya meliputi:
-Tanpa Uang Muka (DP 0%): Masyarakat bisa langsung memulai investasi tanpa harus menyiapkan dana besar di awal.
-Bunga Ringan & Kompetitif: Suku bunga yang ditawarkan sangat bersahabat, yakni mulai dari 5 persen.
-Tenor Fleksibel: Jangka waktu angsuran yang panjang dan longgar hingga empat tahun.
-Harga Mengikat (Flat): Harga emas yang dibeli bersifat mengikat sesuai harga saat transaksi awal.
Artinya, meskipun harga emas melonjak naik di kemudian hari, besaran cicilan bulanan konsumen tetap flat dan tidak berubah hingga masa angsuran berakhir.
Kemudahan-kemudahan tersebut berhasil menarik minat banyak konsumen.
Saat ini, rata-rata konsumen baru yang melirik program Kemilau mencapai sekitar 50 konsumen per bulannya.
“Umumnya logam mulia yang paling banyak dicicil oleh konsumen adalah ukuran 5 gram hingga 10 gram,” ujar Shafwan.
Ia juga memastikan bahwa stok emas yang ditawarkan selalu tersedia dan siap diserahkan kepada konsumen segera setelah masa cicilan selesai.
Solusi Kelangkaan Stok Emas Antam di Pasaran
Menariknya, Shafwan membeberkan fenomena unik di lapangan.
Banyak konsumen yang justru memilih membayar uang muka dalam jumlah besar, berkisar antara 80 hingga 90 persen.
Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat sebenarnya memiliki dana tunai dan ingin membeli emas secara langsung.
Namun, stok logam mulia, khususnya merek Antam, dalam beberapa waktu terakhir cukup sulit didapatkan di pasaran.
“Karena stok di ACC selalu tersedia dan siap, akhirnya banyak konsumen yang beralih membeli melalui ACC meskipun sistemnya cicilan,” tambahnya.
Pembiayaan Mobil Baru Tetap Stabil dan Sesuai Target
Di samping kesuksesan program Kemilau, ACC Plaju juga melaporkan kinerja lini bisnis utamanya, yaitu pembiayaan mobil baru.
Sepanjang semester pertama tahun 2026, performa pembiayaan kendaraan baru dinilai masih berjalan on the track sesuai dengan proyeksi awal tahun.
Meski sempat terjadi dinamika ekonomi yang memicu sedikit penurunan, kondisinya tidak sedalam wilayah lain di Indonesia.
“Ada penurunan sekitar 10 persen dari biasanya, tetapi secara keseluruhan tetap terealisasi sesuai dengan target kami, yaitu Rp 40 miliar per bulan,” jelas Shafwan.
Pembiayaan di ACC Plaju saat ini masih didominasi oleh kategori passenger car atau mobil penumpang.
Segmen ini sengaja dijaga karena dinilai memiliki risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Menurut Shafwan, sektor kendaraan niaga menjadi lini yang paling terdampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Serta kondisi ekonomi makro yang masih penuh tantangan sepanjang paruh pertama tahun ini.
