Sumsel  

Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Jaga Ekosistem Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Peringati Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Lestarikan Ekosistem Pesisir

Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Jangka Panjang Jaga Ekosistem Pesisir di Hari Mangrove Sedunia (Foto: Dok Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju)

KabarSumatra.com— Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Melalui program rehabilitasi dan monitoring mangrove bersama RDMP Project Sumatera di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Komitmen yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2023 tersebut kembali ditegaskan bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Hingga saat ini, sebanyak 21.000 bibit mangrove telah ditanam dan terus dipantau pertumbuhannya melalui monitoring berkala.

Baca Juga :

Hari Mangrove Sedunia 2026, Mengenal Rencana Perlindungan Ekosistem Mangrove Nasional 2026-2025

Sharp Biodiversity Hunt 2026, SHARP Indonesia Ajak Anak Muda Jadi Naturalis

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan mangrove dapat tumbuh optimal sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Mulai dari melindungi wilayah pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, hingga meningkatkan kemampuan alam dalam menyerap karbon sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Berdasarkan estimasi, tegakan mangrove berusia sekitar dua tahun tersebut berpotensi menyimpan sekitar 15,75 ton karbon atau setara dengan 57,8 ton CO2e, sehingga memperkuat peran ekosistem mangrove sebagai penyerap karbon alami.

Lebih dari sekadar rehabilitasi lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan hutan desa sekaligus mendorong pengembangan ekowisata berbasis konservasi.

Baca Juga :

Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Keandalan Kilang Plaju dalam Mendukung Energi Hijau

Inovasi Energi Hijau, Kilang Plaju Resmi Produksi dan Luncurkan Biosolar B50

Dengan demikian, pelestarian mangrove diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga memastikan setiap mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh melalui monitoring secara berkelanjutan.

“Kami ingin upaya ini mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam menjaga lingkungan maupun memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan,” ujar Siti.

Menurutnya, kolaborasi antara Kilang Plaju, RDMP Project Sumatera, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan program konservasi.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan berbasis konservasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Komitmen tersebut merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian dari praktik bisnis berkelanjutan Pertamina.

Melalui pengelolaan mangrove yang berkesinambungan, perusahaan berupaya menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola yang bertanggung jawab.

Program pelestarian mangrove yang dijalankan Kilang Plaju juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kapasitas penyerapan karbon, Tujuan 14 (Ekosistem Lautan) melalui perlindungan ekosistem pesisir, serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan rehabilitasi kawasan mangrove.

Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju menegaskan bahwa menjaga kelestarian mangrove bukan hanya menjadi bagian dari tanggung jawab lingkungan perusahaan.

Tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan pesisir yang lebih tangguh, mendukung pencapaian target NZE Indonesia 2060, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Exit mobile version