KabarSumatra.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan inspeksi lapangan ke Wilayah Kerja (WK) Zona 4 Subholding Hulu PT Pertamina (Persero) di Sumatera Selatan untuk memastikan optimalisasi produksi migas sekaligus meninjau aspek keselamatan pekerja. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad.
Rombongan Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas meninjau operasi di wilayah Prabumulih yang membawahi enam lapangan migas. Tinjauan juga dilakukan ke fasilitas Metering and Regrating Station (MRS) Jaringan Gas Sales and Operation Region (Jargas SOR) 1 Gelumbang serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang dioperasikan PT Pertamina Gas Negara (PGN). Selain itu, tim juga melakukan pemantauan ke kilang RU III Plaju dan Sungai Gerong.
Arifin menekankan pentingnya pengawasan terpadu antara manajemen Pertamina dan regulator dalam memastikan keamanan, keselamatan, serta kerahasiaan fasilitas operasi migas. Menurutnya, operasi hulu hingga hilir memiliki risiko tinggi sehingga disiplin penyaringan pekerjaan dan kepatuhan terhadap prosedur wajib diterapkan.
“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kinerja migas,” ungkap Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/11/2025).
Target Produksi Prabumulih Lampaui
Prabumulih menjadi salah satu wilayah kerja dengan memutar produksi signifikan sepanjang 1 Januari–31 Oktober 2025 (year to date/YTD). Realisasi produksi minyak di wilayah ini mencapai 10.586 BOPD atau 130% dari target. Produksi gas juga menembus 117,84 MMSCFD atau 104% dari target.
Wilayah kerja tersebut menyuplai minyak mentah untuk Kilang Plaju, serta gas bagi kebutuhan rumah tangga, industri di Sumsel, pabrik pupuk, hingga cadangan gas Pulau Jawa.
Kilang Plaju Meningkatkan Pemantauan Emisi
Refinery Unit (RU) III Plaju, kilang minyak tertua di Indonesia, memiliki kapasitas 120 MBSD atau sekitar 12% dari total kapasitas pengolahan Pertamina. Dengan hampir 1.000 pekerja, kilang ini memproduksi solar, biosolar, pertalite, avtur, serta material lain seperti nafta dan Heavy Vacuum Gas Oil (HVGO).
Dalam operasionalnya, RU III Plaju menerapkan pemantauan emisi secara ketat melalui Continuous Emission Monitoring System (CEMS) serta pengecekan manual sesuai regulasi. Seluruh proses monitoring disebut telah memenuhi persyaratan Kementerian Lingkungan Hidup.
