Sumsel  

HUT Sumsel ke-80, Begini Sejarah Panjang Provinsi Sumatera Selatan

HUT Sumsel ke-80, Begini Sejarah Panjang Provinsi Sumatera Selatan (Foto : GeminiAI)

KabarSumatra.com— Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi berusia ke-80 pada 15 Mei 2026.

Usia delapan dekade ini menjadi momentum bagi provinsi berjuluk Bumi Sriwijaya tersebut untuk melakukan refleksi historis.

Sekaligus mempercepat transformasi pembangunan, penguatan ekonomi lokal.

Dan pemantapan posisi sebagai salah satu poros penopang pangan serta energi nasional di Pulau Sumatera.

Mengutip laman resmi Pemprov, Sumatera Selatan berdiri sejak 12 September 1950.

Sumsel memiliki jejak sejarah panjang sebelum bergabung menjadi salah satu provinsi di Indonesia.

Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya pada abad Ke-7 sampai ke-12 Masehi.

Masa Kejayaan selama lima abad menunjukkan sebagai bukti pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Nusantara pada masa lampau.

Selain itu, Kerajaan Sriwijaya juga sangat dikenal memiliki kekuatan maritim.

Namun pada akhirnya, kerajaan ini menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit mulai abad ke-13 hingga ke-14 Masehi.

Setelah pisah dari Kerajaan Majapahit, tanah yang dulu merupakan wilayah Kerajaan Sriwijaya sempat tak bertuan.

Hingga akhirnya di masa itu, tanah tersebut berubah menjadi tempat persinggahan dari pelaut beragam negara terutama China. Dan kondisi tersebut terus berlangsung selama abad ke-15 Masehi.

Setelah itu, berdiri Kesultanan Palembang yang memiliki kekuasaan sepenuhnya atas tanah tersebut.

Pada saat kolonialisme Barat masuk, Kesultanan Palembang tetap mampu menjaga kejayaannya.

Sampai akhirnya pada masa kemerdekaan Indonesia, wilayah ini menjadi salah satu bagian dari Provinsi Sumatera.

Dalam perjalanannya, wilayah di Sumatera dimekarkan menjadi dalam beberapa provinsi.

Awalnya Sumatera Selatan memiliki beberapa wilayah yang meliputi Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Saat ini, wilayah tersebut sudah menjadi provinsi tersendiri dan bukan bagian dar Sumsel lagi.

Hanya saja, wilayah tersebut tetap menjadi satu kawasan yang biasa disebut dengan nama Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

Karena setiap daerah pada awalnya merupakan satu kesatuan, maka tidak heran jika Sumsel serta empat provinsi lain mempunyai dasar budaya yang sama yakni budaya Melayu.

Hanya saja budaya tersebut memiliki perkembangan yang sesuai dengan letak geografis masing-masing daerah.

Seperti di Sumsel, memiliki beberapa bahasa yang berkembang sesuai dengan suku yang mendiami di tanah Sumsel.

Antara lain suku Ogan, Komering, Musi, Lematang, Palembang, dan masih banyak lagi bahasa serta logat lainnya yang masih digunakan masyarakat sampai saat ini.

Provinsi Sumatera Selatan dibentuk pada 12 September 1950.

Namun, berdasarkan peraturan daerah Provinsi Sumatera Selatan tentang hari jadi provinsi Sumatera Selatan, maka pemerintah Sumatera Selatan menetapkan bahwa 15 Mei 1946 merupakan hari jadi provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan data dari Berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Selatan, luas wilayah Provinsi Sumatera Selatan adalah 86.771,92 km².

Wilayah daratan ini terbagi ke dalam 17 kabupaten/kota.

Palembang, yang dulu menjadi ibu kota Kesultanan Palembang, saat ini resmi menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan.

Provinsi Sumatera Selatan secara astronomis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km2.

Batas batas wilayah Provinsi Sumatera Selatan sebagai berikut:

sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi,

sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung,

sebelah timur berbatasan dengan Selat Bangka dan Provinsi Bangka Belitung,

sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Berikut ini 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan beserta ibukotanya.

  1. Kab. Ogan Komering Ulu (Ibu kota: Baturaja)
  2. Kab. OKU Timur (Ibu kota: Martapura)
  3. Kab. OKU Selatan (Ibu kota: Muara Dua)
  4. Kab. Ogan Komering Ilir (Ibu kota: Kayu Agung)
  5. Kab. Muara Enim (Ibu kota: Muara Enim)
  6. Kab. Lahat (Ibu kota: Lahat)
  7. Kab. Musi Rawas (Ibu kota: Lubuk Linggau)
  8. Kab. Musi Banyuasin (Ibu kota: Sekayu)
  9. Kab. Banyuasin (Ibu kota: Pangkalan Balai)
  10. Kab. Ogan Ilir (Ibu kota: Indralaya)
  11. Kab. Empat Lawang (Ibu kota: Tebing Tinggi)
  12. Kota Palembang
  13. Kota Pagar Alam
  14. Kota Lubuk Linggau
  15. Kota Prabumulih
  16. Kab. Penukal Abab Lematang Ilir (Ibu kota: Talang Ubi)
  17. Kab. Musi Rawas Utara (Ibu kota: Rupit)

Berikut ini daftar Gubernur Sumsel yang pernah menjabat

1.AK Gani 1948-1950
2.M Isa (1948-1952)
3.Winarno Danuatmodjo 1952-1957
4.M Husin 1957-1958
5.MP Mangku Negara 1958-1959
6.Achmad Bastari 1959-1964
7.Abu Jaid Bustomi 1964-1967
8.Ali Amin 1967-1968
9.Asnawi Mangku Alam 1968-1978
10.Sainan Sagiman 1978-1988
11.Ramli Hasan Basri 1988-1998
12.Rosihan Arsyad 1998-2003
13.Syahrial Oesman 2003-2008
14.Mahyudin 11 Juli 2008-November 2008
15.Alex Noerdin 2008-2018
16.Herman Deru 2018-sampai sekarang

Exit mobile version