KabarSumatra.com— Tren pembelian mobil di Toyota Auto2000 Plaju mengalami pergeseran dalam dua bulan terakhir.
Kondisi ini terjadi lantaran konsumen yang akan membeli mobil diesel justru mengalihkan ke mobil hybrid.
Jika awalnya konsumen ingin membeli Toyota Fortuner dan Innova, maka saat ini lebih cenderung membeli unit Zenix, Veloz atau Cross yang bertenaga hybrid.
“Penjualan mobil bermesin diesel memang mengalami pergeseran. Karena konsumen beralih memilih kendaraan hybrid sebagai solusi berkendara yang lebih efisien,” ujar Teddy Marisya, Kepala Cabang Auto2000 Plaju Palembang.
Beralihnya minat masyarakat ke mobil hybrid ini menjadi penyelamat sekaligus stimulus baru bagi pertumbuhan pasar otomotif lokal.
Di lini produk Toyota, trio kendaraan ramah lingkungan yakni Innova Zenix Hybrid, Veloz, dan Yaris Cross menjadi model yang paling diburu konsumen.
Dari ketiga model tersebut, Innova Zenix Hybrid mencatatkan angka penjualan tertinggi.
“Kehadiran mobil hybrid kini benar-benar menjadi solusi dan pilihan utama masyarakat,” ungkapnya.
Insentif Khusus dan Target Penjualan
Pertumbuhan positif pada segmen hybrid ini sejatinya sudah mulai merangkak naik sejak April lalu.
Dan terus menunjukkan tren lonjakan yang semakin kuat sepanjang Mei 2026.
Meski begitu, Auto2000 Plaju juga tetap memberikan penawaran menarik yang berlaku untuk pembelian mobil Fortuner dan Innova melalui paket subsidi BBM yang berlaku sejak pertengahan Mei 2026.
Melalui program ini, konsumen bisa menikmati subsidi BBM yang sangat menguntungkan selama tiga.
Innova Zenix mendapatkan paket subsidi BBM sebesar Rp1,7 juta per bulan selama 3 bulan.
Lalu Fortuner dengan paket subsidi sebesar Rp2,1 juta per bulan selama 3 bulan.
Diketahui, Auto2000 Plaju saat ini mematok target penjualan mencapai 135 unit per bulan.
Secara umum, industri otomotif di wilayah Sumbagsel memang sedang menghadapi tantangan berat akibat situasi geopolitik dan ekonomi global.
Teddy menjelaskan total pasar otomotif di Sumbagsel saat ini berada di angka sekitar 2.000 unit.
Secara keseluruhan, total penjualan di wilayah ini sempat terkoreksi atau turun sekitar 7 persen.
“Penurunan total pasar ini terjadi karena mayoritas konsumen masih bersikap wait and see terhadap perkembangan situasi global,” jelasnya.
Kendati total pasar wilayah mengalami penyusutan, performa Toyota justru tetap tangguh.
Berkat strategi penetrasi produk hybrid yang tepat sasaran serta program subsidi yang agresif, Toyota berhasil mencatatkan performa gemilang.
Hal itu ditunjukkan dengan kenaikan market share (pangsa pasar) sebesar 1,5 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu.
Kenaikan ini mempertegas dominasi Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif di Palembang dan sekitarnya.
