KabarSumatra.com-– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 Mekar Jeumpa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Eco-Waste Organik di Balai Pengajian Desa Alue Mangki, Kabupaten Bireuen, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK, perangkat desa, dan masyarakat sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan bernilai ekonomis.
Kegiatan ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen dan Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bireuen, Safrizal, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Baca Juga :
Microteaching KKN 120 Mekar Jeumpa, Cetak Pemuda Terampil dan Generasi Inspiratif
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, desa, dan perguruan tinggi untuk membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Materi pertama disampaikan oleh Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, Bang Tarmidzi, yang mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan bank sampah di tingkat desa dapat menjadi solusi dalam mengurangi sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selanjutnya, Bang Amir dari Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen menjelaskan cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.
Baca Juga :
Ganas Lebak Cindo, Cara Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ajak Warga Sulap Sampah Jadi Tabungan
Bebas Kimia dan Anti Iritasi, Cindo Pads Jadi Alternatif Pembalut Kain Minim Sampah di Sumsel
Menurutnya, limbah dapur tidak seharusnya dipandang sebagai sampah semata, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian, bahkan berpotensi menjadi peluang usaha.
Peserta juga mengikuti praktik pembuatan kompos menggunakan komposter.
Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Desa Alue Mangki, “1 Rumah 1 Bibit” dan mendorong setiap rumah menanam tanaman sebagai upaya penghijauan desa.
Salah satu peserta, Nurhayaton, mengapresiasi pelaksanaan Workshop Eco-Waste karena memberikan pengetahuan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga mendukung keberhasilan program “1 Rumah 1 Bibit” melalui penyediaan pupuk organik bagi tanaman di pekarangan warga.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, Pemerintah Desa Alue Mangki, DLHK Kabupaten Bireuen, Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, dan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik terus meningkat.
Sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
