KabarSumatra.com— Gampong Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menjadi tuan rumah pelaksanaan program Microteaching yang digagas oleh Mahasiswa KKN 120 Mekar Jeumpa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) di Meunasah Desa Alue Mangki ini bertujuan mencetak pemuda gampong yang terampil mengajar dan berkarakter positif untuk mewujudkan generasi inspiratif dan produktif.
Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan peradaban, dan kegiatan TPA (Tempat Pembelajaran Al-Quran) memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Gampong Alue Mangki memiliki sejumlah pemuda yang telah lulus sarjana, namun masih terdapat kesenjangan keterampilan mengajar di lingkungan gampong.
Baca Juga :
Program Microteaching ini hadir sebagai jembatan untuk membekali pemuda lokal agar siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di desanya.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan Mahasiswa KKN dan Pemuda Desa.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan kelas akademik, dilanjutkan dengan sambutan dari Inisiator Program serta Pak Keuchik selaku Kepala Gampong Alue Mangki.
Puncak acara adalah sesi Talkshow bertema “Generasi Terampil Mengajar dan Berkarakter Positif” yang menghadirkan narasumber untuk memaparkan materi inti dan membuka ruang tanya jawab interaktif bersama peserta.
Baca Juga :
Mahasiswa KKN Diminta Jadi Penggerak Pemulihan Pascabencana di Aceh
Pemprov Aceh Resmi Luncurkan Dashboard Peta Aksi Penanggulangan Bencana
Setelah pendalaman teori, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3–5 orang untuk mendiskusikan pemecahan tantangan metode mengajar kreatif menggunakan media konkret dan kontekstual.
Memasuki sesi inti praktikal, perwakilan dari setiap kelompok melakukan Simulasi Microteaching secara langsung untuk mempraktikkan keterampilan membuka kelas dan mengajar di hadapan rekan sejawat serta narasumber, dengan materi mencakup akademik, keagamaan, dan kesehatan dasar.
Performa praktik tersebut kemudian diulas secara komprehensif dalam sesi Evaluasi dan Refleksi Bersama guna memberikan umpan balik yang konstruktif dari narasumber.
Dalam sambutannya, Keuchik menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam menyelenggarakan program ini.
Ia berharap kegiatan Microteaching dapat berkelanjutan, khususnya bagi para pemuda Gampong Alue Mangki.
Menurutnya, pemuda adalah ujung tombak perubahan dan kemajuan desa, sehingga pembekalan keterampilan mengajar yang diberikan melalui program ini harus terus dijaga dan dikembangkan.
Harapan Pak Keuchik ini sejalan dengan tujuan akhir program, yaitu menghasilkan kegiatan produktif yang berkelanjutan berupa pembelajaran sore yang menjadi salah satu kegiatan TPA yang diinisiasi oleh pemuda gampong yang telah dibekali keterampilan mengajar.
Untuk mewujudkannya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup pembagian materi pelajaran dan penyusunan jadwal piket mengajar formal untuk TPA Alue Mangki, serta sesi dokumentasi bersama.
Program Microteaching ini tidak hanya diukur dari kelancaran acara, melainkan dari dampak jangka panjang lahirnya pemuda yang terampil mengajar dan berkarakter positif.
“Oleh karena itu, komitmen, partisipasi aktif, serta sinergi yang kuat dari seluruh peserta, narasumber, inisiator, dan perangkat gampong sangat diperlukan demi tercapainya cita-cita mulia mewujudkan generasi yang inspiratif dan produktif,” ujar perwakilan panitia.
Dengan terselenggaranya program Microteaching ini, diharapkan Gampong Alue Mangki memiliki kader-kader pengajar muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di desanya, serta mampu menjadi teladan bagi generasi mendatang.
