KabarSumatra.com— Kebakaran yang muncul di kebun masyarakat Desa Sungai Laru, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Pantauan udara melalui drone sebagai bagian dari kesiapsiagaan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, membantu mendeteksi titik api sejak dini sehingga penanganan segera dapat dilakukan.
Titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli drone pada pukul 12.22 WIB, sekitar 300 meter dari batas kebun perusahaan.
Kondisi vegetasi yang didominasi ilalang dan rumput kering membuat api berpotensi merambat apabila tidak segera ditangani.
Baca Juga :
Tangani Karhutla dan Kekeringan, Pemkot Palembang Pasok Air Bersih ke 3 Kecamatan
Tanggulangi Karhutla, APHI dan GAPKI Sepakati Protokol Bersama Percepat Pemadaman Api
Setelah menerima laporan tersebut, M. Fajaruddin, Manajer PT Sawit Mas Sejahtera, mengerahkan enam personel menuju lokasi.
Medan yang sulit dilalui membuat mobil pemadam tidak dapat menjangkau titik api.
Tim kemudian menggunakan satu unit pompa jinjing dengan memanfaatkan sumber air dari parit yang tersedia di sekitar lahan.
Berbekal hal tersebut, kebakaran dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke area perkebunan warga sekitar.
Baca Juga :
Antisipasi Musim Kemarau dan Kabut Asap, Pemkot Palembang Wajibkan Masker hingga Larang Bakar Sampah
Pakar Sebut Faktor Manusia Dominasi Karhutla, Pencegahan Butuh Perubahan Perilaku
“Deteksi dini membantu tim mengambil tindakan sebelum api berkembang lebih luas. Kesiapan personel dan peralatan juga terus dijaga untuk mendukung penanganan setiap titik api yang terdeteksi. Pada saat yang sama, pencegahan tetap menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujar M. Fajaruddin, Manajer PT Sawit Mas Sejahtera.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim PT Sawit Mas Sejahtera melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Tim juga mengingatkan pentingnya pencegahan kebakaran, termasuk menghindari pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Dengan adanya bantuan dan penanganan yang cepat, api dapat segera dikendalikan dan tidak menyebar ke area sekitar. Saya sangat terbantu dengan respons yang diberikan,” ujar Susilo, pemilik lahan.
Pemanfaatan patroli drone menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam mendeteksi potensi titik api di sekitar wilayah operasional.
Patroli dilakukan dalam tiga sif setiap hari dengan sembilan titik pantau yang mencakup seluruh areal perusahaan.
Drone dioperasikan pada ketinggian sekitar 120 meter, dengan kemampuan zoom hingga 120 kali dan jangkauan pemantauan hingga 10 kilometer, tergantung ukuran objek.
Penanganan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang telah dibangun di Perkebunan Sinar Mas wilayah Sumatra Selatan sebelum memasuki periode musim kering.
Sebelumnya, PT Sawit Mas Sejahtera bersama PT Prisma Cipta Mandiri dan PT Bumi Sawit Permai, yang juga anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, telah memperkuat kesiapsiagaan kebakaran melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Apel Siaga Dalkarhutlabun, simulasi penanganan kebakaran, serta penguatan koordinasi, kesiapan personel, dan sarana pemadam.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 90 anggota tim pemadam dari ketiga perusahaan sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan potensi kebakaran secara terkoordinasi.
Ke depan, patroli drone dan kesiapsiagaan tim pemadam akan tetap menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran, sekaligus mendukung penanganan dini ketika titik api terdeteksi di sekitar wilayah operasional.
Upaya ini juga terus diperkuat melalui koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat untuk mengurangi risiko kebakaran pada musim kering.
Caption: Proses pemadaman kebakaran lahan masyarakat untuk mencegah api meluas
