KabarSumatra.com — Kelangkaan BBM semakin meluas di Sumatera Utara setelah banjir dan longsor memutus sejumlah akses vital. Sejak beberapa hari terakhir, banyak SPBU di Medan dan Deliserdang terpaksa tutup dan memasang pengumuman “Pertalite Habis” dan “Pertamax Habis”. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang kesulitan mendapatkan bahan bakar di tengah situasi darurat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons secara cepat krisis tersebut dengan mengirimkan tim siaga bencana ke wilayah terdampak. Upaya pasokan energi diminta dipercepat, mulai dari listrik hingga distribusi BBM.
”Insya Allah kita akan melakukan pemulihan secara cepat ya. Saya pastikan akan turunkan (bantuan) ya,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers yang dikutip Sabtu (29/11/2025).
Bencana yang dipicu cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar sejak Senin (24/11/2025) berdampak di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Sejumlah infrastruktur energi ikut terdampak, menyebabkan pasokan listrik dan BBM tersendat.
Selain BBM, Bahlil menyampaikan, PT PLN (Persero) juga telah diperintahkan bergerak cepat memulihkan listrik di wilayah terdampak. PLN menanggapi instruksi tersebut dengan mendatangkan infrastruktur sementara dan memasang peralatan untuk mempercepat normalisasi.
”Jadi, langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana tabungan ke aliran listrik bisa menyala,” ujarnya.
Tantangan juga muncul dalam penyaluran BBM. Jalan longsor dan jembatan putus membuat distribusi darat tersendat. Namun, Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan Pertamina tetap mengirimkan pasokan ke SPBU yang masih bisa dijangkau.
”Untuk ketersediaan BBM, ini, kan, banyak jalan yang longsor, banyak jembatan yang putus juga. Jadi, kami juga memastikan SPBU yang ada, yang bisa dilayani itu akan tetap didistribusikan oleh teman-teman yang ada di Pertamina Patra Niaga,” jelasnya.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, seluruh subholding dan anak usaha dikerahkan untuk menjaga ketersediaan BBM dan elpiji.
”Pertamina menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang terjadi. Pertamina Group fokus pada penyediaan dan distribusi pasokan energi dan akan mengupayakan semua langkah sehingga energi terutama BBM dan elpiji dapat menjangkau masyarakat,” kata Baron.
Ia menambahkan, fasilitas Pertamina di wilayah terdampak dalam kondisi baik. Para pekerja yang terdampak telah mendapat dukungan dan sebagian besar tetap bertugas memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, distribusi melalui laut menghadapi hambatan besar. Kapal pengangkut BBM kesulitan bersandar akibat gelombang tinggi di area Single Point Mooring (SPM) Belawan. Setelah situasi membaik, dua kapal akhirnya berhasil melakukan bongkar muat.
Untuk mengatasi hambatan darat dan laut, Pertamina juga mengerahkan helikopter Bell 412 EP milik PT Pelita Air Service. Heli tersebut diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe, Tangerang, menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk mengangkut BBM dan bantuan lainnya. Pelita Air juga menyiapkan armada untuk misi penerbangan darurat di wilayah Rantau, Lhokseumawe, Pangkalan Susu, dan sekitarnya.
Anak usaha PT Elnusa Tbk, PT Elnusa Petrofin, juga memastikan distribusi melalui mobil tangki tetap berjalan. Armada tanki diberangkatkan ke berbagai lokasi meski jalan medan rusak dan sulit dilalui.
”Pertamina berkoordinasi dengan berbagai pihak agar mobil tangki dapat mendistribusikan BBM dengan aman dan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” kata Baron.
Upaya darurat ini menjadi kunci mengatasi krisis bahan bakar di tengah bencana yang melumpuhkan banyak wilayah di Sumut.












