KabarSumatra.com — Di tengah situasi darurat akibat longsor dan banjir yang melumpuhkan akses Kota Sibolga, Sumatera Utara, sejumlah minimarket menjadi sasaran penjarahan. Aksi ini diduga dilakukan warga terdampak bencana yang belum mendapatkan pasokan bantuan akibat jalur distribusi yang masih tertutup material longsor.
Rekaman video amatir yang beredar di media sosial menampilkan kerumunan warga membawa keluar barang-barang dari salah satu gerai Indomaret. Pihak manajemen minimarket membenarkan kejadian tersebut.
Polisi Tangkap 16 Pelaku Penjarahan
Menindaklanjuti laporan itu, Polres Sibolga bergerak cepat dan meringkus 16 orang yang diduga terlibat dalam aksi penjarahan di sejumlah minimarket.
“Satreskrim Polres Sibolga telah mengamankan 16 orang pelaku yang terlibat dalam aksi penjarahan di beberapa minimarket,” ujar Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam E Silaban, Minggu (30/11/2025).
Rustam memerinci identitas para pelaku berinisial MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18), dan BNH (17). Mereka ditangkap saat hendak melakukan penjarahan dan kedapatan membawa barang berupa minuman kemasan, sosis, gula, sabun, serta aneka makanan ringan.
“Para pelaku diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti berupa makanan ringan, minuman, dan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.
Tercatat, lokasi yang dijarah meliputi tiga Indomaret di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Suprapto, dan Jalan Sibolga–Barus; satu Alfamidi di Jalan Sisingamangaraja; serta tiga Alfamart di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suprapto, dan Jalan Merpati. Insiden itu terjadi pada Sabtu pagi (29/11/2025).
Aparat TNI–Polri kini disiagakan di berbagai pusat dunia untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.
“Kondisi di Kota Sibolga saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI/Polri. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan terprovokasi dan tetap menjaga demi keamanan bersama,” tegas Rustam.
BNPB: Warga Mengambil Bahan Makanan, Bukan Menjarah
Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto memberikan klarifikasi terkait video viral warga yang mengambil barang dari minimarket saat bencana melanda Sibolga. Ia menekankan bahwa tindakan warga tidak disertai unsur perusak.
“Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga adanya upaya pengambilan logistik, jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers Minggu (30/11).
“Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca dan sebagainya, tidak. Ya mungkin mereka khawatir, takut, karena tertutup dan bahan makanannya terbatas,” katanya.
BNPB memastikan distribusi bantuan segera dipercepat untuk mengantisipasi situasi serupa dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.












