Sumsel  

Palembang Penyumbang Kasus Tertinggi, HIV/AIDS di Sumsel Capai 907 Kasus

Palembang Penyumbang Kasus Tertinggi, HIV/AIDS di Sumsel Capai 907 Kasus
Ilustrasi HIV (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Kasus baru HIV/AIDS di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat total 907 kasus baru, dengan Kota Palembang menjadi wilayah penyumbang terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah mengatakan, dari total tersebut, 609 kasus merupakan HIV dan 298 kasus AIDS.

“Total kasus baru yang terinfeksi HIV/AIDS sepanjang tahun 2025 di Sumsel mencapai 907 orang. Rinciannya, HIV 609 orang dan AIDS 298 orang,” katanya di Palembang, Selasa.

Ira menjelaskan, tren kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan menunjukkan kecenderungan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2021, tercatat 321 kasus, lalu meningkat menjadi 639 kasus pada tahun 2022 dan 846 kasus pada tahun 2023.

Angka tersebut kembali naik pada tahun 2024 menjadi 992 kasus, sebelum mengalami penurunan pada tahun 2025.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Palembang mencatat jumlah kasus tertinggi dengan total 451 orang, yang terdiri dari 335 kasus HIV dan 116 kasus AIDS.

Daerah lain yang mencatat jumlah kasus cukup signifikan di antaranya Kota Lubuklinggau sebanyak 75 kasus, Kabupaten Musi Banyuasin 64 kasus, OKU Timur 49 kasus, serta Kabupaten Muara Enim sebanyak 44 kasus.

Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kota Prabumulih masing-masing mencatat 33 kasus, disusul Kabupaten Lahat 31 kasus, Banyuasin 29 kasus, Musi Rawas 26 kasus, dan OKU sebanyak 21 kasus.

Adapun wilayah dengan jumlah kasus lebih rendah meliputi Kabupaten Empat Lawang sebanyak 15 kasus, Ogan Ilir 12 kasus, OKU Selatan delapan kasus, PALI tujuh kasus, Kota Pagar Alam enam kasus, serta Muratara tiga kasus.

Ira menambahkan, perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama penularan HIV/AIDS di Sumatera Selatan.

Oleh karena itu, Dinkes Sumsel terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, peningkatan deteksi dini, serta perluasan akses layanan pengobatan dan pendampingan bagi penderita HIV/AIDS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *