KabarSumatra.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat langkah mitigasi banjir di wilayah Tapanuli Tengah setelah banjir bandang meninggalkan pengendapan material tebal di aliran sungai.
Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan tanggul dan sabo dam segera diprioritaskan guna mencegah bencana serupa terulang.
Penegasan tersebut disampaikan saat Bobby meninjau langsung kondisi Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (19/2/2026).
Dari laporan petugas lapangan, bendungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka tertimbun material banjir bandang hingga kedalaman sekitar 250 sentimeter.
Endapan tersebut membuat dasar sungai meningkat dibandingkan kondisi sebelum bencana, sehingga memperbesar risiko luapan udara.
Menangapi situasi itu, Gubernur Sumatera Utara menekankan fokus pemerintah pada pengendalian banjir melalui pembangunan tanggul serta sabo dam sebagai penahan material di wilayah hulu.
Penanganan tanggap darurat juga terus dilakukan di sepanjang aliran sungai yang melintasi Tapteng dan kawasan sekitarnya.
“Langkah ini (pembangunan sabo dam dan tanggul) agar aliran sungai tidak lagi membanjiri kawasan organisasi penduduk,” ujar Gubernur Bobby dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/2/2026).
Terkait pelaksanaan pembangunan, Bobby meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan di kawasan DAS, mengingat proyek tersebut membutuhkan ketersediaan lahan.
“Ya kalau sosialisasinya itu kita minta Pak Camat yang tahu. Jadi sampaikan ke masyarakat, bahwa ini kan dalam rangka penanganan bencana,” ujarnya.
Setelah dari Kecamatan Tukka, rombongan gubernur melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Sorkam guna melihat kondisi sungai tanggul yang rusak serta sisa sedimen banjir bandang yang terjadi pada bulan November lalu.
Sejalan dengan itu, Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi menyampaikan pemerintah daerah telah menjalankan sosialisasi rencana pembangunan sabo dam dan tanggul.
Meski demikian, komunikasi dengan sebagian pemilik lahan masih terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan.
“Kita sudah jalankan, Pak (sosialisasi). Sebagian besar masyarakat dari hulu ke hilir sudah menerima sosialisasinya,” ungkap Mahmud.
Usai peninjauan di Tukka dan Sorkam, Gubernur Sumut menutup agenda dengan berbuka puasa bersama warga terdampak bencana di Kelurahan Sorkam serta melaksanakan Salat Tarawih berjamaah sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat pascabencana.












