Korban Bencana di Sumatra–Aceh Tembus 604 Jiwa, Kemenkes Ungkap Pengungsian Kekurangan Tenaga Medis

BNPB Update Data Korban Bencana Sumatra: 836 Meninggal, 518 Hilang
Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Gelombang bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menghadirkan dampak kemanusiaan yang makin mengkhawatirkan. Ketika jumlah korban terus bertambah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkap kondisi pengungsian masih kekurangan tenaga medis dan perlengkapan kesehatan yang sangat dibutuhkan.

Dalam rilis Laporan Situasi Bencana Banjir dan Tanah Longsor, Kemenkes menyebut kebutuhan darurat di pengungsian meliputi obat-obatan, masker, sarung tangan handscoon, Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil, hygiene kit, tenaga kesehatan, MCK portable, vaksin ATS, water purifier, vitamin, oksigen konsentrator, hingga air bersih.

Kemenkes juga merinci kebutuhan SDM kesehatan di sejumlah wilayah terdampak:

Aceh

  • Dokter spesialis bedah (3)
  • Dokter spesialis penyakit dalam (5)
  • Dokter umum (15)
  • Perawat (17)
  • Bidan (12)
  • Ahli gizi (6)
  • Sanitarian (6)

Sumatra Utara – Tapanuli Tengah

  • Dokter umum (50)
  • Perawat (50)
  • Bidan (50)
  • Sanitarian (50)

Sumatra Utara – Kota Sibolga

  • Dokter spesialis bedah (5)
  • Dokter spesialis anastesi (5)
  • Dokter umum (14)
  • Perawat (15)
  • Bidan (4)
  • Ahli gizi (7)
  • Sanitarian (5)
  • Apoteker (5)
  • Asisten apoteker (8)
  • Analis lab (7)

Sumatra Barat

  • Dokter spesialis bedah (2)
  • Dokter spesialis penyakit dalam (6)
  • Dokter umum (12)
  • Perawat (10)
  • Bidan (5)
  • Ahli gizi (5)
  • Sanitarian (4)

Total Korban Meninggal Capai 604 Jiwa

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data per Senin (1/12/2025), pukul 17.00 WIB. Total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa, sementara 464 orang masih hilang.

Upaya pencarian, pertolongan, dan distribusi logistik terus dikebut oleh BNPB bersama TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

Situasi di Sumatra Utara

Sebanyak 283 jiwa meninggal dunia, setelah sejumlah korban hilang ditemukan. Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.
Jumlah korban hilang mencapai 173 orang.

Pengungsi tercatat:

  • Tapanuli Utara: 15.765 jiwa
  • Tapanuli Tengah: 2.111 jiwa
  • Tapanuli Selatan: 1.505 jiwa
  • Kota Sibolga: 4.456 jiwa
  • Humbang Hasundutan: 2.200 jiwa
  • Mandailing Natal: 7.194 jiwa

Bantuan logistik tahap pertama ke Sibolga, Tapteng, Tapsel, Taput, dan Humbang Hasundutan telah selesai disalurkan. Akses menuju Mandailing Natal, Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih terkendala kerusakan jalan.

Aceh: 156 Jiwa Meninggal Dunia

Provinsi Aceh mencatat 156 jiwa meninggal dunia dan 181 jiwa hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Aceh Utara sebanyak 107.305 jiwa.

Hampir seluruh jalur utama putus total, termasuk:

  • Perbatasan Sumatra–Aceh Tamiang
  • Gayo Lues–Aceh Tamiang
  • Bireuen–Takengon
  • Bener Meriah–Bireuen

Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe pun masih terputus dan hanya dapat dilewati jalur alternatif Jembatan Gantung Awe Geutah.

Sumatra Barat: 165 Jiwa Meninggal Dunia

Di Sumatra Barat tercatat 165 jiwa meninggal dunia dan 114 jiwa hilang. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Padang Panjang, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 18.624 KK atau 122.683 jiwa, tertinggi di Pesisir Selatan dan Tanah Datar.

Lonjakan korban dan keterbatasan tenaga medis menunjukkan betapa seriusnya bencana kali ini. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai lembaga terus mempercepat penanganan. Namun, pemulihan panjang masih menanti di hadapan ratusan ribu warga terdampak.

Writer: RedaksiEditor: Gusti Ridani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *