Sumut  

Sebulan Mengungsi, Korban Banjir Hutanabolon Harap Relokasi Tak Jauh dari Rumah

Sebulan Mengungsi, Korban Banjir Hutanabolon Harap Relokasi Tak Jauh dari Rumah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution saat bertemu korban banjir dan longsor di Hutanabolon, Tapanuli Tengah (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Sudah sebulan hidup di pengungsian, warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, masih menanti kepastian masa depan. Di tengah janji rehabilitasi pemerintah pascabanjir dan longsor, satu harapan sederhana mengemuka, relokasi perumahan tetap tidak jauh dari kampung halaman mereka.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pemerintah akan membenahi seluruh kerusakan akibat banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, termasuk wilayah Hutanabolon yang menjadi daerah terdampak paling parah.

Kelurahan Hutanabolon berhasil diselamatkan akibat akses jalan tertimbun lumpur tebal, kayu, dan batu-batu besar. Selama hampir dua pekan, wilayah tersebut sulit dijangkau hingga akhirnya akses berhasil dibuka.

Setelah akses terbuka, Bobby Nasution langsung meninjau lokasi dan menegaskan pemerintah akan melakukan rehabilitasi menyeluruh, tidak hanya rumah warga, tetapi juga infrastruktur dan fasilitas publik.

“Rumah-rumah inang rusak ringan, sedang, berat, hilang akan diganti Bapak Presiden, jumlah nanti kita coba lebih banyak lagi. Rusak ringan diberi Rp15 juta per rumah, sedang Rp30 juta, rusak berat Rp60 juta, hilang rumah dan tanah disiapkan rumah layak huni, termasuk infrastruktur dan juga fasilitas umum akan kita perbaiki,” kata Bobby Nasution saat bertemu korban dan longsor di Hutanabolon, Jumat (26/12/2025).

Saat ini, pembangunan perumahan tetap (huntap) untuk korban bencana di Tapanuli Tengah tengah berlangsung di Kecamatan Pinangsori dengan total 118 unit. Bobby berharap lokasi perburuan bagi warga Hutanabolon benar-benar aman dari ancaman bencana ke depan.

“Lokasinya diserahkan kepada Pak Bupati, tetapi yang pasti jauh dari bencana, aman dari longsor, aman dan banjir dan layak dihuni,” ujar Bobby Nasution yang didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby Nasution juga menyampaikan logistik, hadiah Natal untuk anak-anak Hutanabolon, serta bantuan bagi Posko di Masjid Al-Huda. Ia berharap langkah tersebut dapat sedikit meringankan beban psikologis warga yang terdampak.

“Untuk ketiga kalinya saya melihat ini dan perbedaannya sangat jauh (akses jalan, pemukiman dan fasilitas umum yang mulai membaik) sangat luar biasa, TNI, Polri, masyarakat semua, bekerja sama untuk pemulihan bencana, saya harap apa yang sudah dilakukan pemerintah, Pak Bupati bisa menjadi sedikit pengobat hati,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Hutanabolon, Irma Tanjung, mengaku telah satu bulan tinggal di pengungsian setelah rumahnya hilang tersapu longsor dan tertimbun lumpur. Ia berharap relokasi perumahan tetap tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggalnya semula.

“Rumah saya sudah hilang, sudah tersapu longsor dan juga sudah ketanam lumpur, kalau ditanyapun ga bisa lagi saya pastikan bertahan di mana lokasinya, lagian di area dekat rumah kami banyak batu besar-besar, bagaimana lagipun membersihkannya, tapi kalaupun direlokasi jangan jauh-jauh kali dari sini,” ujar Irma.

Bagi warga Hutanabolon, pemulihan bukan sekadar bangunan baru, melainkan juga soal menjaga kedekatan dengan tanah yang telah lama mereka sebut sebagai rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *