KabarSumatra.com — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil memasang tiga jembatan Bailey untuk membuka kembali akses yang terputus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Langkah darurat ini diharapkan segera memulihkan arus lalu lintas di daerah terdampak.
“Tiga jembatan Bailey telah dipasang di sejumlah daerah di Agam. Empat jembatan Armco juga sedang dalam proses pemasangan di Kecamatan Tanjung Raya,” kata Bupati Agam, Benni Warlis, dikutip dari Antara, Selasa (30/12/2025).
Pemkab Agam sebelumnya telah memesan 13 unit jembatan Bailey dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun pemasangan harus menunggu antrean karena tingginya permintaan setelah bencana melanda Aceh, Sumbar, dan Sumut. Saat ini, baru tiga unit jembatan Bailey dan empat unit Armco yang telah tiba, diantar dari Riau dan Kalimantan.
“Mudah-mudahan kekurangan jembatan itu segera terpenuhi, sehingga kita pasang di daerah yang membutuhkan agar akses lalu lintas kembali normal,” jelas Benni.
Bupati menambahkan, banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam pada akhir November mengakibatkan 40 jembatan rusak.
“Pembangunan jembatan dan jalan terban telah kami usulkan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkapnya.
Untuk mempercepat pemulihan, jembatan darurat dibangun bersama masyarakat, BNPB, TNI, Polri, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Meski arus lalu lintas sudah lancar, material longsoran dari perbukitan atau hulu sungai masih menimbun badan jalan saat hujan deras.
“Terpenting mobil bisa lewat dan ini yang kita lakukan dalam masa tanggap darurat,” beber Benni.
Ia menambahkan, Sungai Muaro Pisang di Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, sering tersumbat material berbatuan. Untuk itu, alat berat telah disiapkan di lokasi agar kendaraan bisa melintas dengan aman.












