Sumsel  

Sentuhan Tangan Para Ibu di Kampung Siabang, Ubah Hasil Laut Jadi Komoditas Ikan Asin Bernilai Tinggi

Sentuhan Tangan Para Ibu di Kampung Siabang, Ubah Hasil Laut Jadi Komoditas Ikan Asin Bernilai Tinggi (Foto : Rani Kabar Sumatra)

Kabarsumatra.com— Di sudut kawasan Lrg. Keramat, RT 05/RW 02, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, terdapat Kampung Siabang yang dikenal sebagai sentra produksi ikan asin masyarakat setempat.

Aktivitas pengolahan ikan dilakukan setiap hari.

Mulai dari membersihkan ikan, penggaraman, hingga proses penjemuran sebelum dipasarkan.

Ikan-ikan yang diolah di kampung ini berasal dari daerah Sungsang.

Beragam jenis ikan diproduksi menjadi ikan asin.

Seperti kepala batu, lidah pari, layur, hingga ikan bilis dan bulu ayam yang memiliki harga jual lebih tinggi dibanding jenis lainnya.

Di balik aktivitas produksi tersebut, Kampung Siabang juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan.

Mayoritas pekerja yang terlibat dalam proses produksi ikan asin merupakan perempuan.

Baik ibu rumah tangga maupun remaja yang mengambil pekerjaan upahan harian.

Salah satunya Nia (41), yang setiap hari bekerja membersihkan ikan dari pagi hingga sore.

Ia menerima upah Rp700 per kilogram ikan yang dibersihkan.

Dalam sehari, Nia biasanya mampu menyelesaikan sekitar 60 kilogram ikan dengan penghasilan Rp70 ribu ditambah uang makan Rp10 ribu.

“Kalau lagi banyak ikan, sehari bisa satu pikul ikan di bersihkan, lumayan buat nambah kebutuhan rumah,” ujar Nia saat ditemui di lokasi produksi pada Jumat (22/5).

Menurutnya, pekerjaan membersihkan ikan asin sudah menjadi aktivitas sehari-hari bagi banyak perempuan di Kampung Siabang.

Selain dekat dari rumah, pekerjaan tersebut juga dinilai membantu ibu rumah tangga tetap memiliki penghasilan sendiri.

“Rata-rata yang kerja di sini perempuan, dari ibu rumah tangga sampai anak gadis. Biasanya ambil upahan harian,” katanya.

Bagi warga setempat, pekerjaan ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan tambahan.

Tetapi juga membantu perempuan untuk tetap produktif dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga.

Kehadiran industri rumahan ikan asin di Kampung Siabang pun menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Sekaligus memperkuat peran perempuan dalam aktivitas usaha lokal.

Penulis: Marshanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *