KabarSumatra.com— United in Diversity (UID) Foundation atau Yayasan Upaya Indonesia Damai menggelar Youth Dialogue Studio (YDS) Palembang di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM).
Acara ini dengan mengusung tema “The Space We Didn’t Know We Needed” yang diadakan ada Sabtu, (4/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, komunitas, organisasi non-pemerintah (NGO), akademisi, media, hingga perwakilan pemerintah untuk berdialog dan memperkuat jejaring kolaborasi dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Rangkaian Youth Dialogue Studio 2026 akan dilaksanakan di delapan kota di Indonesia, yakni Palembang, Bengkulu, Lampung, Papua Barat, Maluku, Gorontalo, Bali, dan Jakarta.
Baca Juga :
Sultan Muda Sumsel Siap Ekspor Kelapa ke Asia, Herman Deru Beri Dukungan Bersama BI dan OJK
Sharp Biodiversity Hunt 2026, SHARP Indonesia Ajak Anak Muda Jadi Naturalis
Kegiatan dibuka oleh Katim Kewirausahaan dan Infrastruktur Bidang Pengembangan Dispora Kota Palembang, Novi Diansari Pesawik.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan dari Kepala Dispora Kota Palembang, H. Adrianus Amri, yang menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan.
“Generasi muda yang aktif dan berani mengambil peran akan mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas di masa depan,” ujarnya.
Semantara itu, Ketua South Sumatra American Alumni Community (SSAAC), Agus Burniat, mengaku bangga atas tingginya antusiasme peserta dalam Youth Dialogue Studio (YDS) Palembang.
Baca Juga :
GEMA Sumsel Resmi Dideklarasikan, Siap Kawal Isu Strategis dan Aspirasi Masyarakat
Milenial Dominasi Pre-Booking, DFSK E5 Plus Jadi SUV Pilihan Baru Konsumen Muda
“Kami merasa puas dan bangga melihat antusiasme peserta dalam Youth Dialogue Studio Palembang. Sebanyak 118 peserta yang mewakili 25 komunitas, NGO, media, akademisi, perguruan tinggi, dan sektor pemerintahan hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Barry Afriando menambahkan bahwa UID meyakini perubahan yang berkelanjutan berawal dari kesadaran kolektif sebelum diwujudkan dalam aksi nyata.
Menurutnya, YDS Palembang hadir sebagai ruang untuk mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang agar dapat saling mengenal, berbagi pengalaman.
Serta membangun kolaborasi dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan di masyarakat.
UID meyakini bahwa perubahan yang berkelanjutan lahir dari kesadaran kolektif sebelum diwujudkan menjadi aksi.
“Melalui YDS Palembang, kami ingin menghadirkan ruang bagi anak muda untuk saling terhubung, berbagi perspektif, dan menyadari bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Melalui YDS Palembang dan rangkaian Youth Dialogue Studio 2026, UID Foundation berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan kolaboratif.
Serta ikut berkontribusi menciptakan perubahan positif bagi masyarakat melalui berbagai aksi sosial yang berkelanjutan.












