Sumbar  

BNPB Pastikan Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda Pascabencana di Sumbar

BNPB Pastikan Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda Pascabencana di Sumbar
Hunian sementara di Kabupaten Agam, Sumbar (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Kabar melegakan datang dari Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah memastikan seluruh korban yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor sudah tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.

Proses pemulihan terus dilakukan, dengan target seluruh warga terdampak segera mendapatkan hunian yang lebih layak.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Khusus di Sumbar, kami pastikan memang sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Yang masih banyak ada di Provinsi Aceh dan sebagian di Sumatera Utara,” kata Kepala BNPB Suharyanto di Kabupaten Tanah Datar, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) kembali memberikan bantuan bagi rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akibat banjir dan longsor.

“Ini adalah tahap kedua. Untuk tahap pertama sudah diberikan di 25 kabupaten dan kota. Hari ini secara serentak ada 19 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar,” sebut Suhariyanto.

Dengan penyaluran tahap kedua tersebut, seluruh masyarakat yang terdampak di 14 kabupaten dan kota di Sumbar telah menerima bantuan berdasarkan data yang telah berfungsi, baik untuk kategori rusak ringan maupun rusak berat.

Suharyanto menegaskan penyaluran bantuan itu merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan warga yang rumahnya rusak segera mendapatkan dukungan.

Sementara untuk rumah rusak berat, ia menyebut sebagian besar warga telah dipindahkan ke perumahan sementara (huntara). Sebagian lainnya memilih tinggal bersama keluarga atau menerima dana pengungsian.

“Mudah-mudahan ini terus berlanjut, karena target kami pada Ramadhan 2026 ini sebagian besar atau bahkan seluruh masyarakat sudah dipindahkan ke hunter,” tambahnya.

Di sisi lain, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa meskipun daerahnya terdampak cukup masif, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hal itu terjadi dengan keberhasilan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah berjalan di wilayahnya.

“Begitu mendapat informasi dari BMKG, pemerintah daerah langsung turun ke lapangan. Alhamdulillah, program tangguh bencana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau dievakuasi,” ujar Bupati Eka Putra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *