Sumsel  

Menelisik Kemegahan Masjid Agung Palembang, Jejak Sejarah di Jantung Bumi Sriwijaya

Menelisik Kemegahan Masjid Agung Palembang, Jejak Sejarah di Jantung Bumi Sriwijaya (Foto : Indonesia Kaya)

KabarSumatra.com— Masjid Agung Palembang merupakan masjid terbesar, tertua dan bersejarah di Sumatera Selatan.

Masjid yang menjadi ikon wisata religi ini berdiri di atas lahan seluas 15.400 meter persegi.

Masjid yang punya nama resmi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo I ini adalah saksi sejarah panjang perjalanan Islam di Bumi Sriwijaya.

Sejarah Masjid Agung

Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I, masjid ini adalah cermin betapa terbukanya Palembang terhadap dunia luar kala itu.

Jika Anda memperhatikannya dengan saksama, ada perpaduan harmonis antara tiga budaya besar:

•Melayu: Terpancar dari struktur utama dan nuansa lokal yang kental.

•Tiongkok: Terlihat jelas pada atapnya yang bertingkat menyerupai pagoda dengan ujung melengkung.

•Eropa: Sentuhan kolonial yang masuk melalui detail bangunan hasil renovasi di masa lampau.

Perpaduan ini bukan sekadar estetika, melainkan bukti nyata betapa kuatnya hubungan perdagangan dan pertukaran budaya di Bumi Sriwijaya sejak dulu.

Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah

Masjid Agung juga merupakan pusat peradaban.

Dimana ketika kita masuk ke bagian dalamnya, kita akan disambut oleh ruang salat yang lapang dengan ornamen khas Palembang yang memukau.

Bagian mihrab dan mimbarnya pun menjadi daya tarik tersendiri karena dihiasi ukiran bernilai seni tinggi yang masih terawat apik.

Tak hanya untuk salat, fasilitas di sini sangat lengkap guna mendukung syiar Islam, mulai dari:

1.Perpustakaan Islam bagi para pencari ilmu.

2.Aula pertemuan untuk kajian dan pengajian rutin.

3.Pusat kegiatan sosial, seperti pendidikan Al-Qur’an hingga penyaluran santunan bagi yang membutuhkan.

Salah satu pemandangan yang paling ikonik adalah menaranya yang menjulang tinggi.

Berdiri berdampingan dengan megahnya Jembatan Ampera.

Saat hari besar seperti Idulfitri atau Iduladha tiba, kawasan ini berubah menjadi lautan manusia.

Ribuan jamaah meluber hingga ke jalanan dan pelataran jembatan, menciptakan pemandangan religius yang luar biasa dan selalu dinanti oleh para wisatawan.

Warisan yang Terus Hidup

Meski zaman terus berganti dan renovasi terus dilakukan, Masjid Agung tetap mempertahankan ruh sejarahnya.

Bagi warga lokal, masjid ini adalah simbol persatuan.

Bagi pendatang, ia adalah destinasi wisata religi yang menawarkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *