KabarSumatra.com— Festival Kehutanan dan Penanaman Pohon dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 digelar di kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (21/5).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih mengenal hutan.
Sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat gerakan penghijauan di Sumatera Selatan.
Mengusung tema “Kenal Hutan, Kenal Masa Depan”, festival ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif.
Seperti penanaman pohon, pameran sektor kehutanan, talkshow lingkungan.
Hingga penandatanganan kerja sama dalam mendukung pelestarian alam dan rehabilitasi lingkungan.
Rektor UIN RF Muhammad Adil, menyampaikan bahwa Kampus UIN Raden Fatah Jakabaring sejak awal memang dirancang sebagai kampus masa depan yang ramah lingkungan dan mampu beradaptasi dengan kondisi rawa-rawa.
“Alhamdulillah kampus ini sudah disiapkan menjadi kampus masa depan,” ujarnya.
Kampus yang dibangun di kawasan rawa-rawa yang cukup luas.
“Kawasan Jakabaring ini sebenarnya disiapkan sekitar 35 hektare lahan, namun yang baru ditempati sekitar 15 hektare,” tambahnya.
Ia menjelaskan, konsep pembangunan kampus dirancang agar siap menghadapi musim kemarau maupun musim penghujan.
Sistem drainase modern diterapkan dengan memanfaatkan basement penampungan air di bawah bangunan.
“Ketika musim penghujan seperti sekarang, bangunan di sekitar kita sengaja tidak ditimbun penuh. Di bawah bangunan kami menyiapkan tampungan air yang cukup besar,” jelasnya.
Selain itu terdapat kanal sepanjang sekitar 999.000 meter dengan kapasitas tampung mencapai 25 juta liter air sehingga kawasan ini dirancang tidak mengalami banjir.
Menurutnya, sistem kanal tersebut saling terkoneksi sehingga aliran air tetap terjaga dengan baik.
UIN Raden Fatah juga mulai menerapkan konsep kawasan hijau dengan pembatasan kendaraan di area dalam kampus demi menjaga kualitas udara.
“Kami menyiapkan lingkar luar untuk kendaraan, sementara lingkar dalam diprioritaskan bagi mahasiswa, civitas akademika, dan tamu agar udara di lingkungan kampus tetap terjaga,” katanya.
Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan yang terus mendukung penghijauan di kawasan kampus melalui kegiatan penanaman pohon.
“Meskipun sudah banyak tanaman tumbuh, kawasan rawa masih terasa panas. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Dinas Kehutanan yang hari ini terus melanjutkan penghijauan kampus dengan penanaman berbagai jenis pohon,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni.
Melainkan pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kegiatan ini untuk mengingatkan diri kita masing-masing dan menyebarkan informasi kepada masyarakat agar gemar menanam pohon,” katanya.
Menurutnya, kondisi hutan di Sumatera Selatan saat ini mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan, permukiman, hingga kawasan industri.
Karena itu, gerakan reboisasi dan penanaman kembali pohon-pohon asli daerah menjadi sangat penting.
“Dengan adanya reboisasi atau penanaman kembali menggunakan spesies kayu asli Sumsel, generasi muda dapat memahami bahwa alam itu berproses dan harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terbesar bagi kelestarian hutan berasal dari manusia sendiri.
Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem perlu terus ditingkatkan.
“Kita butuh ekosistem yang baik. Burung-burung akan kembali jika pohon tempat berkembang biaknya ditanam kembali. Jadi kita sedang menata masa depan dengan merekonstruksi hutan,” tegasnya.
Penulis: Marshanda












