Sumsel  

Sejarah Kampung Arab Al-Munawar, Warisan Peradaban Arab di Pinggir Sungai Musi

Sejarah Kampung Arab Al-Munawar, Warisan Peradaban Arab di Pinggir Sungai Musi (Foto : Ist)

KabarSumatra.com— Keberagaman budaya menjadi salah satu kekayaan yang dimiliki Kota Palembang.

Berbagai etnis telah hidup berdampingan dan meninggalkan jejak sejarah yang masih dapat disaksikan hingga saat ini.

Salah satunya adalah Kampung Arab Al-Munawar, permukiman berusia ratusan tahun yang berlokasi di RT 24 RW 2, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang.

Sejarah Kampung Arab Al-Munawar

Dilansir dari JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 Tahun 2021 berjudul Nilai-Nilai Sejarah dan Budaya Kampung Arab Al-Munawar sebagai Kawasan Cagar Budaya Kota Palembang, yang di akses pada (20/6/2026).

Kampung Arab Al-Munawar merupakan permukiman tua yang telah berdiri sekitar 250 tahun lalu.

Nama Al-Munawar berasal dari pendirinya, yaitu Habib Sayid Abdurrahman Al-Munawar.

Seorang saudagar keturunan Arab yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan.

Ia bersama keluarganya menetap di kawasan tersebut.

Lalu membangun sebuah perkampungan yang kemudian berkembang menjadi pusat komunitas Arab di Palembang.

Kampung ini dihuni oleh sekitar 30 kepala keluarga yang merupakan keturunan Arab Al-Munawar.

Hingga saat ini masih mempertahankan identitas budaya dan tradisi leluhur mereka hingga saat ini.

Keunikan Kampung Arab Al-Munawar

Salah satu daya tarik utama Kampung Arab Al-Munawar adalah keberadaan delapan bangunan bersejarah.

Dan dibangun oleh Habib Abdurrahman Al-Munawar untuk keturunannya.

Bangunan-bangunan tersebut antara lain Rumah Tinggi, Rumah Kaca, Rumah Batu, Rumah Kembar Darat.

Kemudian Rumah Kembar Laut, Rumah Limas, serta beberapa rumah bergaya Indies yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Keunikan arsitektur rumah-rumah di kawasan ini mencerminkan perpaduan tiga budaya sekaligus, yakni Arab, Palembang, dan Eropa.

Sementara itu, nuansa Timur Tengah tampak pada tata ruang, ornamen, serta fungsi bangunan yang mencerminkan kehidupan masyarakat Arab.

Perpaduan tersebut menjadikan Kampung Arab Al-Munawar memiliki karakter arsitektur yang unik dan berbeda dengan kawasan permukiman lainnya di Palembang.

Selain menyimpan nilai sejarah yang tinggi, Kampung Arab Al-Munawar juga dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Arab di Palembang.

Berbagai tradisi keagamaan dan kesenian masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Salah satunya adalah pertunjukan musik gambus, seni musik khas Timur Tengah yang biasanya ditampilkan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kemudian pada saat bulan Ramadan, Tahun Baru Islam, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Kampung ini juga dikenal sebagai lingkungan yang kuat dalam pendidikan agama Islam.

Sejak dahulu, masyarakat Al-Munawar menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah tradisi dan aturan adat masih dipertahankan hingga kini.

Salah satunya adalah tradisi yang tidak memperbolehkan perempuan keturunan Al-Munawar menikah dengan laki-laki dari luar keluarga atau kampung.
Sementara laki-laki diperbolehkan menikah dengan perempuan dari luar komunitas.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Kampung Arab Al-Munawar dapat dikunjungi setiap hari, kecuali Jumat, mulai pukul 08.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat.

Hal tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dijunjung masyarakat setempat.

Penulis : Marshanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *