Sumsel  

Mulai Langka! Ini Gelenak, Kue Legendaris Palembang yang Kaya Cita Rasa Rempah

Mulai Langka! Ini Gelenak, Kue Legendaris Palembang yang Kaya Cita Rasa Rempah

Mulai Langka! Ini Gelenak, Kue Legendaris Palembang yang Kaya Cita Rasa Rempah (Foto : Ist)

Kabar Sumatra.com— Sumatera Selatan, khususnya Palembang, dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan kuliner tradisional yang beragam.

Selain pempek yang telah mendunia, terdapat sejumlah makanan khas yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat, salah satunya adalah gelenak.

Kue tradisional ini mungkin tidak sepopuler pempek atau kue maksuba.

Namun gelenak memiliki sejarah panjang dan cita rasa khas yang membuatnya tetap dikenang hingga saat ini.

Baca Juga :

Meski Bernama Srikaya, Kue Tradisional Khas Palembang Ini Tidak Terbuat dari Buah

Kue Ulang Tahun Sarden, Inovasi Serba Ikan PKK Palembang Cegah Stunting

Apa Itu Gelenak?

Gelenak merupakan kue tradisional khas Palembang yang terbuat dari tepung ketan, santan, dan gula merah.

Kue ini memiliki tekstur kenyal, padat, dan legit dengan warna cokelat gelap yang berasal dari gula merah yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Sekilas, gelenak terlihat mirip dengan dodol atau wajik.

Namun, kue ini memiliki karakter rasa yang berbeda karena menggunakan campuran rempah-rempah.

Seperti kayu manis dan cengkeh yang memberikan aroma khas.

Baca Juga :

Gelar ‘Ragam Raso Kito’, ARYADUTA Palembang Gaet Chef Nicky Tirta Rayakan HUT ke-81 RI

Cara Bikin Maksuba Khas Palembang yang Super Legit dan Wangi, Bebas Bau Amis Telur

Sejarah dan Asal Usul Gelenak

Pada masa lalu, gelanak dikenal cukup populer di kalangan masyarakat Tionghoa yang bermukim di kawasan Pasar Kentut dan Sayangan, Palembang.

Kue tradisional ini memiliki daya tahan yang cukup lama, yakni hingga sekitar satu minggu.

Karena melewati dua kali proses masak sehingga seluruh bahan matang secara sempurna.

Nama “gelenak” sendiri diyakini berasal dari bahasa daerah yang menggambarkan teksturnya yang lembut, lengket, dan kenyal saat dikunyah.

Seiring berjalannya waktu, resep pembuatannya terus diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Namun, perkembangan zaman membuat keberadaan gelenak semakin jarang ditemukan.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum mengenal makanan tradisional khas Palembang tersebut.

Cara Membuat Gelenak

Dilansir dari resepnusantara.id Pembuatan gelenak membutuhkan waktu selama dua jam dan ketelatenan karena seluruh bahan harus dimasak hingga menghasilkan tekstur yang tepat.

Berikut resep dan tata cara pembuatannya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

• Gula pasir 1 kg

• 1 kaleng susu kental manis

• Tepung ketan 1 kg

• Santan 1500 cc dari 4 butir kelapa

• Mentega cair 250 gr

• 10 butir telur

• Vanili seperlunya

Cara Membuat Kue Gelenak yang nikmat

1. Cara pertama yakni aduk merata tepung ketan dan santan sampai bahannya melembut.

2. Cara kedua jangan Lupa Anda harus kocok terlebih dahulu gulanya lalu satukan dengan telur sampai memutih dan kental.

3. Jika menggunakan Mixer jagan terlalu lama sekitar 10 menit.

4. Setelah itu lalu masukan semua bahan bahan lainnya, di mixer sampai lembut dan merata.

Setelah bahan bahannya siap terlebih dahulu kita siapkan loyang yang anda inginkan ukurannya.

Setelah siap jangan lupa oleskan mentenga, lalu taburkan sedikit tepung dan jangan Lupa lapisi kulit roti.

5. Setelah itu Anda panaskan terlebih dahulu panggangannya, setelah panas siapkan bahan-bahan yang mau di panggang.

6. Panggang sampai tercium aroma khas dari ketan dan santan yang menyatu.

7. Angkat dan Gelenak khas Palembang siap disajikan.

Ciri Khas Gelenak

Ada beberapa hal yang membuat gelenak berbeda dari kue tradisional lainnya.

Pertama, teksturnya yang kenyal dan legit. Sensasi lengket saat dikunyah menjadi salah satu karakter utama yang membuat kue ini digemari.

Kedua, aroma rempah yang kuat. Penggunaan kayu manis dan cengkeh menghasilkan aroma khas yang tidak banyak ditemukan pada kue tradisional lainnya.

Ketiga, warna cokelat gelap yang berasal dari gula merah alami.

Warna tersebut menjadi identitas visual yang mudah dikenali.

Keempat, daya tahan yang cukup lama. Karena dimasak hingga matang sempurna dengan kadar air yang relatif rendah, gelenak dapat bertahan beberapa hari tanpa mengalami perubahan rasa yang signifikan.

Penulis : Marshanda