Kabar Sumatra.com— Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sekitar Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera setiap Minggu pagi.
Keramaian tersebut tak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
Tetapi juga menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha kreatif yang menawarkan berbagai jasa, terutama fotografi hingga mirror selfie.
Sejak pukul 06.00 WIB, sejumlah fotografer telah bersiap di sepanjang kawasan CFD untuk mengabadikan momen para pengunjung.
Baca Juga :
Langkah Strategis BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Transaksi Digital di CFD Palembang
Sokong Energi Nasional, PGN Mulai Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF
Salah satunya Muhammad Dhezan Dwi Moza yang rutin memanfaatkan ramainya CFD sebagai sumber penghasilan tambahan.
Menurut Dhezan, waktu paling ramai biasanya terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika pengunjung mulai berdatangan bersama keluarga, teman, maupun pasangan.
Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi fotografer menawarkan jasa dokumentasi dengan latar Jembatan Ampera.
“Kebanyakan orang datang bersama keluarga, teman, atau pasangannya ke CFD. Karena itu, kami ingin membantu mereka mengabadikan dan mengenang momen sembari menikmati suasana CFD,” ujarnya. Senin (6/7/2026).
Baca Juga :
Car Free Day Kota Palembang Resmi Diluncurkan, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal
Tumbuh Positif, BI Sumsel Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,80 Persen di 2026
Dhezan menawarkan paket foto mulai Rp35 ribu hingga Rp50 ribu untuk beberapa hasil foto.
Seluruh hasil jepretan diedit terlebih dahulu sebelum dikirim melalui WhatsApp dalam bentuk soft file.
Sistem ini dipilih karena dinilai lebih praktis, harga lebih terjangkau, dan hasil foto dapat diterima pelanggan lebih cepat.
Peluang yang sama juga dimanfaatkan Yandi Putra.
Ia menggunakan aplikasi FotoYu sebagai media distribusi hasil foto kepada pelanggan.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mencari dan menebus hasil foto yang telah diambil dengan tarif rata-rata sekitar Rp30 ribu.
Yandi mengatakan, selain menawarkan jasa fotografi, ia juga tetap menghormati kenyamanan pengunjung yang tidak mau di foto.
“Biasanya ada beberapa orang tidak mau di foto, mereka menundukkan kepala atau menutupi wajah, nah itu fotografer tidak akan mengambil gambarnya,” ujarnya. Minggu, (5/7).
Ia juga menjelaskan bahwa sistem pada aplikasi FotoYu hanya dapat diakses oleh pemilik wajah yang terdeteksi sehingga privasi pelanggan tetap terjaga.
Tak hanya fotografer, ramainya CFD juga dimanfaatkan pelaku UMKM dengan menghadirkan konsep usaha yang mengikuti tren media sosial.
Astridda Rochmah, pemilik usaha mirror selfie Ukhuwah Store, mengaku baru pertama kali membuka lapak di CFD.
Ia sudah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 WIB untuk mempersiapkan spot foto berlatar langsung Jembatan Ampera.
Dengan tarif Rp5 ribu, pengunjung bebas berfoto secara individu maupun berkelompok tanpa dibatasi durasi maupun jumlah pengambilan gambar.
Pembayaran dapat dilakukan secara tunai maupun menggunakan QRIS.
Astridda melihat tren mirror selfie yang sedang digemari, khususnya oleh kalangan Generasi Z, sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Saya tertarik membuka usaha ini karena mirror selfie ini lagi trend di sosial media terutama para Gen Z. Jadi saya memanfaatkan peluang tersebut untuk mencari cuan yang menjanjikan,” jelasnya.












