Sumbar  

Pemerintah Siapkan 80 Hunian Sementara untuk Pengungsi Bencana di Kota Padang

Pemerintah Siapkan 80 Hunian Sementara untuk Pengungsi Bencana di Kota Padang
Ilustrasi hunian sementara untuk korban bencana alam (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Pemerintah mempercepat penanganan pascabencana di Kota Padang, Sumatera Barat, dengan menyiapkan puluhan perumahan sementara bagi warga terdampak yang hingga kini masih bertahan dalam pengungsian darurat.

Hunian sementara atau Huntara disiapkan untuk memastikan para pengungsi dapat tinggal di tempat yang lebih aman, layak, dan sehat selama masa pemulihan, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah permanen.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa penyediaan huntera menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

“Huntara disiapkan sebagai solusi sementara agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian darurat. Pemerintah memastikan hunian ini aman, layak huni, dan memenuhi standar kesehatan,” ujar Abdul Muhari, dikutip Senin (15/12/2025).

Penyediaan perumahan sementara ini dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang, dengan melibatkan lintas kementerian dan lembaga pusat terkait.

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, hunter juga dirancang untuk mendukung aktivitas dasar warga sehari-hari. Pemerintah memastikan ketersediaan fasilitas penunjang yang mampu.

“Huntara dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, dan sarana pendukung lainnya. Penataan lingkungan juga memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” jelas Abdul Muhari.

Tak hanya penempatan, pendampingan terhadap pengungsi tetap berlanjut melalui penyediaan kebutuhan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial agar proses pemulihan berjalan secara menyeluruh.

Sebanyak 80 unit huntera disiapkan di Kampung Nelayan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, yang terbagi ke dalam enam blok. Penghuni Huntara berasal dari sejumlah kecamatan terdampak.

Rinciannya, Kecamatan Koto Tangah memperoleh 31 unit, Kecamatan Kuranji 11 unit, Kecamatan Pauh 36 unit, dan Kecamatan Nanggalo 1 unit.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi benar-benar pulih dan warga dapat kembali menempati hunian permanen dengan aman,” pungkas Abdul Muhari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *