KabarSumatra.com — Gelombang banjir terus meluas di Provinsi Aceh sepanjang 18–26 November 2025. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sembilan kabupaten/kota kini terendam, menyebabkan 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa terdampak, serta 455 KK atau 1.497 jiwa harus mengungsi. Bencana ini dipicu curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang memicu banjir, tanah longsor, hingga tanah bergerak.
Bireuen: Air Belum Surut di 7 Kecamatan
Hujan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Bireuen sejak Minggu (23/11) memicu banjir luapan sekitar pukul 02.00 WIB. Saluran drainase tak mampu menampung air, membuat pemukiman ikut terendam.
Tujuh kecamatan terdampak, di antaranya:
- Gandapura (60 KK)
- Jangka (439 KK/1.382 jiwa)
- Juli (38 KK/143 jiwa)
- Kuta Blang (1 KK/2 jiwa)
- Makmur (38 KK/145 jiwa)
- Peudada (19 KK/60 jiwa)
- Peusangan (361 KK/540 jiwa)
BPBD melaporkan kondisi air masih belum surut.
Lhokseumawe: Banjir-Longsor Serentak
Di Kota Lhokseumawe, hujan lebat disertai angin kencang sejak 20–26 November 2025 menyebabkan banjir dan longsor pada Rabu (26/11) pukul 08.40 WIB. Empat kecamatan terdampak, yaitu Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Dua (100 KK), dan Muara Satu.
Aceh Timur: 11 Kecamatan Terendam
Cuaca ekstrem melanda Aceh Timur pada Sabtu (22/11). Debit hujan tinggi membuat drainase tak mampu menampung luapan air. Sebelas kecamatan tergenang, termasuk:
- Julok (858 KK/2.564 jiwa)
- Madat (3.194 KK/12.392 jiwa)
- Indra Makmur (134 KK/536 jiwa)
- Idi Timur (65 KK/260 jiwa)
- Simpang Ulim (124 KK/508 jiwa)
Hingga laporan terakhir, air belum menunjukkan tanda surut.
Langsa: Rumah Terendam Air Kiriman
Pusdalops BPBA melaporkan banjir di Kota Langsa akibat hujan tiga hari berturut-turut serta air kiriman dari perkebunan sawit PTPN I. Sebanyak 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak terendam dengan ketinggian 20–40 cm. Banjir juga terjadi di sejumlah kecamatan seperti Langsa Barat (150 KK/420 jiwa), Langsa Kota, Langsa Lama, dan Langsa Timur.
Bener Meriah: Longsor dan Banjir di 10 Kecamatan
Longsor terjadi di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Rabu (19/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Selain itu, banjir merendam wilayah lain seperti Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, hingga Wih Pesam.
Gayo Lues: 11 Kecamatan Terendam
Pusdalops PB BPBA melaporkan banjir di Gayo Lues menyebabkan 11 kecamatan terdampak, seperti Blang Jeurago, Dabun Gelang, Kuta Panjang, Pantan Cuaca, Rikit Gaib, hingga Babat Jaya. Air masih belum surut hingga saat ini.
Aceh Singkil: Sungai Lae Cinendang Meluap
Hujan lebat membuat Sungai Lae Cinendang meluap. Kecamatan terdampak antara lain:
- Gunung Meriah (201 KK/766 jiwa)
- Kota Baharu (41 KK/170 jiwa)
- Simpang Kanan (230 KK/1.024 jiwa)
- Singkil (5.463 KK/19.636 jiwa)
- Singkil Utara (83 KK/321 jiwa)
- Suro (91 KK/405 jiwa)
Ketinggian air mencapai 50–80 cm dan belum surut.
Aceh Utara: Erosi Sungai Picu Banjir
Hujan berhari-hari memicu erosi dan banjir setinggi 30–50 cm di puluhan kecamatan, termasuk Baktiya (1.156 KK/2.335 jiwa), Meurah Mulia (24 KK), Muara Batu (59 KK), Seunuddon (566 KK/725 jiwa), Tanah Jambo Aye (219 KK/494 jiwa), dan wilayah lain.
Aceh Selatan: Air Mulai Surut
Banjir yang merendam rumah dan lahan warga pada Sabtu (22/11) kini dilaporkan telah surut. BPBD tetap bersiaga memantau kondisi debit air sungai.
Status Darurat Bencana
Plt Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, mengatakan sembilan daerah telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
“Kabupaten yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat,” ujarnya.
Surat Mendagri Nomor 300.2.8/9333/SJ juga telah menginstruksikan bupati dan wali kota se-Aceh untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Instruksi Pemerintah: Posko Aktif hingga Logistik Darurat
Pemda diminta segera:
- Mengaktifkan posko darurat BPBD
- Membantu masyarakat terdampak
- Menyiapkan logistik darurat
- Menjalankan layanan kesehatan
- Memantau data cuaca dan debit sungai
- Berkoordinasi antarinstansi
- Melakukan kaji cepat dan menetapkan status tanggap darurat
Imbauan Bagi Masyarakat
- Segera melakukan evakuasi ke tempat lebih tinggi
- Mematikan listrik, gas, dan kompor sebelum meninggalkan rumah
Pemerintah daerah juga diminta melakukan pendataan korban serta memenuhi kebutuhan dasar warga sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
BPBA memastikan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota terus berjalan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, tanah bergerak, dan longsor. Mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran air, menghindari lereng saat hujan, dan memperbarui informasi dari BMKG maupun BPBD sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko.












