KabarSumatra.com — Provinsi Riau diperkirakan akan diguyur hujan hampir tanpa jeda sepanjang Jumat (5/12/2025). Selain mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, pemerintah provinsi juga telah menyiagakan puluhan alat berat untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor.
BMKG Pekanbaru melaporkan hujan ringan hingga sedang terdeteksi sejak pagi di sejumlah wilayah, seperti Bengkalis, Siak, Kampar, dan Kuantan Singingi. Peramal yang bertugas, Moh Ibnu Amiruddin, menjelaskan pola hujan akan berlangsung hampir sepanjang hari.
“Sejak pagi sudah terpantau hujan di beberapa wilayah. Peluang hujan akan tetap ada hingga siang, sore bahkan malam,” ujarnya.
Potensi Hujan Merata Hingga Dini Hari
Meski pada siang hari hingga cuaca buruk diprakirakan cerah berawan hingga berawan, Ibnu menegaskan bahwa hujan tetap mungkin turun di berbagai daerah.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru,” katanya.
Memasuki malam, langit berawan kembali mendominasi. “Pada malam hari, hujan masih bisa terjadi di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuansing dan Indragiri Hilir,” jelasnya.
Pada dini hari, peluang hujan semakin meluas dan berpotensi terjadi di Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, Kuansing, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Pekanbaru.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. “Waspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Potensinya bisa muncul pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari,” tegas Ibnu.
Suhu udara di Riau berada pada kisaran 23–32 derajat Celsius dengan kelembapan 60–100 persen serta angin bertiup dari barat daya menuju utara berkecepatan 10–30 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, gelombang tinggi berada pada kategori rendah di kisaran 0,5–1,25 meter.
BMKG juga mencatat 14 titik api di Sumatera, enam di antaranya berada di Riau, dua di Pelalawan dan empat di Rokan Hilir. Delapan titik panas lainnya terpantau di Aceh.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” tutup Ibnu.
Pemprov Riau Siagakan 21 Alat Berat Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Di tengah tingginya potensi hujan, Pemerintah Provinsi Riau telah mengaktifkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi sejak 1 Desember 2025. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 unit alat berat dan truk dikerahkan untuk mempercepat respon jika terjadi banjir atau longsor.
Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menjelaskan bahwa penyiagaan alat berat menjadi bagian dari strategi awal pemerintah dalam menghadapi puncak musim hujan.
“Persiapan kita pada tahap awal ini sosialisasi, dirikan posko dan pemantauan, termasuk koordinasi dengan Dinas PUPR untuk siaga di lokasi rawan bencana,” kata Edy, Kamis (4/12/2025).
Alat berat tersebut ditempatkan di UPT PUPR di 12 kabupaten/kota. Rinciannya meliputi:
- 2 unit ekskavator amfibi
- 1 unit ekskavator PC 200
- 8 unit ekskavator PC 130
- 1 unit ekskavator lengan panjang
- Motor grader 6 unit
- Truk sampah 6 unit
Total 21 unit disiagakan untuk mobilisasi cepat saat bencana terjadi.
Edy menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menangani potensi banjir di daerah aliran sungai besar seperti Kampar, Siak, Indragiri, dan Rokan.
“Alat ini disiapkan agar mobilisasi jika nanti terjadi bencana bisa maksimal. Sehingga proses penanganan jika terjadi bencana di Riau bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Pantauan Ketat Waduk PLTA Koto Panjang
Selain kesiapsiagaan darat, BPBD Riau juga menyatukan elevasi debit air Waduk PLTA Koto Panjang di Kampar. Pemantauan ini menjadi indikator penting potensi banjir, terutama jika terjadi kenaikan debit secara tiba-tiba.
“Kami juga melakukan pemantauan elevansi debit udara di PLTA Koto Panjang. Kami meminta PLN untuk terus melaporkan secara update kondisi elevansi waduk. Begitu juga dengan teman-teman BMKG,” ungkap Edy.
Ia menyampaikan bahwa tingkat air waduk menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya sempat berada pada kondisi kering. Meski demikian, kondisinya masih dalam batas normal.
“Update terbaru memang air sudah naik ya, tapi juga masih diambang batas normal. Kenaikan ini dari sebelumnya yang sempat mengering,” tutupnya.












