Aceh  

Hampir Seluruh Farmasi Rusak, RSUD Aceh Tamiang Bangkitkan Layanan lewat Pasokan Obat Baru

Hampir Seluruh Farmasi Rusak, RSUD Aceh Tamiang Bangkitkan Layanan lewat Pasokan Obat Baru
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan pasokan obat-obatan untuk IGD dan poli darurat dalam kondisi aman (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Seolah tak mau menyerah pada lumpur yang meluluhlantakkan fasilitasnya, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali berdiri tegak dengan memastikan layanan gawat darurat tetap berjalan.

Hampir seluruh stok obatnya rusak akibat terendam banjir, namun aliran bantuan yang datang cepat membuat rumah sakit ini bisa bernapas lega dan kembali melayani warga tanpa hambatan berarti.

RSUD menegaskan bahwa pasokan obat untuk IGD dan darurat poli saat ini aman dan memadai. Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr. Ade Rachmat Yudiyanto, SpA(K), menyebut kurang dari 10 persen obat lama berhasil diselamatkan, itu pun dengan pertimbangan risiko kontaminasi.

“Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,” ujarnya.

Kebutuhan obat diperkuat oleh dukungan dari RS Kemenkes Adam Malik, tim Universitas Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI).

Bantuan mencakup obat infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang diperlukan untuk penanganan pascabanjir. Seluruh stok baru langsung disalurkan ke IGD dan poli prioritas.

Menurut dr. Ade, respon cepat berbagai pihak sangat mengingat RSUD Aceh Tamiang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasinya. Tim farmasi rumah sakit juga bergerak cepat melakukan inventarisasi ulang semua obat yang masuk.

“Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat pada hari pertama,” tuturnya.

Ia menambahkan, ketersediaan obat saat ini bahkan berada pada level aman meski pengelolaan tetap dilakukan secara ketat mengingat keadaan darurat masih berlangsung. Ruang penyimpanan sementara pun telah ditata ulang agar distribusi lebih cepat dan terhindar dari sisa lumpur.

Meski farmasi hampir habis tersapu bencana, RSUD Aceh Tamiang membuktikan bahwa layanan kesehatan tetap bisa menyampaikan dengan kerja bersama dan respon cepat lintas lembaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *