KabarSumatra.com — Banjir kembali merendam ruas jalan provinsi yang menghubungkan Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menuju Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau turun tangan melakukan penanganan darurat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR-PKPP), Pemprov Riau telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan yang terendam banjir tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Thomas Larfo Dimeira, menyebutkan bahwa hasil peninjauan menunjukkan ruas jalan Sontang–Duri perlu segera ditangani.
“Kami sudah melakukan peninjauan pada ruas jalan Sontang menuju Duri. Dari hasil peninjauan itu memang perlu ditangani segera,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah awal penanganan akan dilakukan melalui penimbunan jalan dan pemasangan box culvert. Namun, pihaknya masih akan mempelajari detail teknis agar penanganan yang dilakukan benar-benar maksimal dan tepat sasaran.
“Detailnya nanti dipelajari lagi, yang jelas ada beberapa titik yang tergenang pada saat kami survey. Dan diantaranya perlu pakai box culvert, InsyaAllah akan segera dikerjakan,” sebutnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir merendam sedikitnya empat titik ruas jalan provinsi di Desa Sontang menuju Duri. Ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai sekitar 1 meter, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Sekretaris Camat Bonai Darussalam, Suratman, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang menyebabkan Sungai Hitam meluap.
“Untuk saat ini, kendaraan bak tinggi (tronton dan Fuso) yang dapat melintasi ruas jalan provinsi Sontang batas Duri. Sementara mobil pribadi disarankan tidak melintas dan mencari jalur alternatif lain. Termasuk kendaraan roda dua yang melewati titian jembatan kayu yang juga sebagian terendam,” sebutnya.
Kondisi ini membuat akses penghubung antarwilayah tersebut hanya bisa dilalui kendaraan tertentu, sementara pengguna jalan lainnya diminta ekstra waspada dan mempertimbangkan jalur alternatif hingga penanganan dilakukan.












