KabarSumatra.com — Akses jalan di wilayah pegunungan Gayo Lues kembali lumpuh akibat longsor. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, bersama rombongan terjebak di jalur penghubung antarwilayah saat menjalankan misi kemanusiaan mengantar bantuan bagi korban banjir dan longsor.
Peristiwa itu terjadi di Gampong Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (3/1/2025). Rombongan Sekda Aceh yang juga diikuti Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh Drs. Syakir, serta Kepala Dinas PUPR Aceh Ir. Mawardi, tengah melakukan perjalanan dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya memicu longsor di sejumlah titik jalan. Di Gampong Tetumpun, rombongan sempat berhasil melintasi titik longsor pertama yang telah dibersihkan. Namun, sekitar satu kilometer setelahnya, mereka kembali dihadapkan pada longsor kedua yang masih dalam proses penanganan.
Di lokasi tersebut, dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsoran. Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, proses pembersihan diperkirakan baru dapat rampung pada Minggu pagi.
Demi pertimbangan keselamatan dan keterbatasan waktu tempuh, Sekda Aceh dan rombongan memutuskan kembali ke arah Gayo Lues dan mengalihkan perjalanan menuju Aceh Tamiang melalui jalur Tranggon–Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Namun situasi kembali berubah. Saat melintasi ulang titik longsor pertama yang sebelumnya sudah bisa dilewati, badan jalan kembali tertutup longsoran baru. Akibatnya, Sekda Aceh dan rombongan terjebak dan belum dapat melanjutkan perjalanan hingga berita ini diturunkan.
Hingga saat ini, Sekda Aceh bersama rombongan masih menunggu proses pembersihan material longsor serta pembukaan kembali akses jalan oleh petugas terkait.
Sebelumnya, selain memantau kerusakan fisik akibat bencana, rombongan juga melakukan koordinasi terkait strategi pemulihan jangka panjang pascabencana di wilayah tersebut.
M. Nasir menegaskan bahwa agenda utama kunjungan tersebut adalah membahas pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
“Dokumen R3P adalah instrumen strategi yang menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh untuk mengajukan anggaran penanganan ke pemerintah pusat. Saya meminta agar seluruh dampak kerusakan, mulai dari rumah warga, infrastruktur, sektor ekonomi, hingga aset desa, terdata dengan akurat,” ujar Sekda Aceh, M. Nasir.
Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh bertugas menyusun R3P berdasarkan data valid yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten/kota, sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.
“Pemerintah Aceh menargetkan dokumen R3P ini rampung sepenuhnya agar dapat segera diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian terkait. Target kami dokumen ini telah diserahkan paling lambat pada 20 Januari 2026,” tambah Sekda.
Di sela-sela peninjauan infrastruktur, Sekda Aceh juga menyerahkan bantuan logistik serta satu unit perangkat internet satelit Starlink guna mendukung kelancaran komunikasi di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Jumat (2/1/2026) malam. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat koordinasi petugas di lapangan selama masa pemulihan bencana hidrometeorologi.












