KabarSumatra.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat cadangan logistik di tiga wilayah dataran tinggi Provinsi Aceh guna mengantisipasi terputusnya akses transportasi akibat cuaca ekstrem dan bencana alam.
Tiga daerah yang menjadi perhatian tersebut adalah Kabupaten Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah (Takengon), yang sering mengalami gangguan distribusi logistik pada musim hujan.
“Begitu akses jalan terputus, pengalaman di Aceh Tengah dan Takengon, pada hari ketiga sudah hampir kekurangan logistik dan masyarakat mulai panik,” ujar Tito dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Wilayah Sumatera, yang digelar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (26/1/2026).
Menurut Tito, meski wilayah tersebut merupakan sentra produksi kopi dan cabai yang masih bisa dipanen saat musim hujan, ketersediaan kebutuhan pangan pokok tetap harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Untuk itu, ia meminta dukungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam membantu penyerapan serta distribusi hasil produksi daerah, sekaligus memperkuat cadangan pangan bagi masyarakat di kawasan dataran tinggi.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Tito menilai respon cepat lintas lembaga seperti Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), BNPB, TNI, dan Polri sangat efektif dalam menekan dampak krisis logistik. Namun, langkah antisipasi ke depan dinilai perlu diperkuat sejak dini.
“Dari pengalaman itu, kami menyarankan tiga daerah ini diperkuat stok logistiknya hingga tiga bulan,” tegas Tito.
Ia menambahkan, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman telah memahami kebutuhan penguatan logistik tersebut.
Pasokan beras dan minyak goreng menjadi perhatian utama karena kedua komoditas tersebut tidak diproduksi di wilayah pegunungan.
“Yang banyak produksi di sana memang kopi dan hasil hortikultura, tapi terutama beras dan minyak goreng harus diperkuat stoknya,” ujar Tito.












