Riau  

304 Kasus PMK Sepanjang 2025, Riau Targetkan 44.700 Ternak Divaksin

304 Kasus PMK Sepanjang 2025, Riau Targetkan 44.700 Ternak Divaksin
Vaksin untuk pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (Dok : Ist).

KabarSumatra.com — Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi kekhawatiran serius bagi sektor peternakan di Provinsi Riau. Sepanjang tahun 2025, ratusan ternak dilaporkan terkena PMK, mendorong pemerintah daerah untuk memperluas cakupan vaksinasi pada tahun berikutnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau mencatat, selama tahun 2025 telah melaksanakan vaksinasi PMK terhadap 39.513 ekor ternak.

Untuk tahun ini, jumlah ternak yang ditargetkan untuk menerima vaksin PMK ditingkatkan menjadi 44.700 ekor.

“Tahun 2025 lalu, kami sudah melakukan vaksin PMK terhadap 39.513 ternak. Untuk tahun ini kami targetkan 44.700 ternak akan mendapatkan vaksin PMK,” kata Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2/2026).

Mimi menjelaskan, vaksinasi PMK pada tahun 2025 dilaksanakan di 12 kabupaten/kota serta satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Provinsi Riau.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran PMK di wilayah Riau.

Berita mengenai vaksinasi PMK pada tahun 2025 tersebar di sejumlah daerah. Kabupaten Kampar wilayah menjadi dengan jumlah ternak tervaksin terbanyak, yakni 7.338 ekor, disusul Rokan Hulu sebanyak 4.968 ekor dan Indragiri Hulu 4.486 ekor.

“Kabupaten Bengkalis 2.517 ekor. Kuantan Singingi 2.553 ekor, Rokan Hulu 4.968 ekor. Siak 3.968 ekor, Dumai 1.664 ekor, Rokan Hilir 4.000 ekor, Kepulauan Meranti 1.925 ekor, Pelalawan 1.729 ekor dan di UPT 199 ekor,” paparnya.

Selain upaya pencegahan, DPKH Riau juga mencatat masih ditemukannya kasus PMK selama tahun 2025. Total terdapat 304 kasus PMK yang menjangkiti hewan ternak di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Selama kurun waktu tahun 2025, terdapat 304 kasus PMK di Riau. Dari ratusan ternak yang terpapar PMK tersebut, terdapat satu ternak yang mati yakni di Kota Dumai,” katanya.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK tertinggi, yakni 143 kasus. Setelah itu disusul Kabupaten Siak dengan 65 kasus.

“Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus. Indragiri Hilir 19 kasus,” ujar Mimi.

Sementara itu, daerah lain mencatat jumlah kasus yang lebih rendah.

“Selanjutnya Kabupaten Kampar sebanyak 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus dan Rokan Hilir 1 kasus,” paparnya.

DPKH Riau berharap peningkatan target vaksinasi PMK pada tahun ini dapat menekan angka penularan, sekaligus melindungi populasi ternak dan menjaga keberlangsungan sektor peternakan di daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *