Sumsel  

Legenda Pulau Kemaro Palembang, Simbol Cinta Abadi Siti Fatimah dan Putra Tionghoa

Legenda Pulau Kemaro Palembang, Simbol Cinta Abadi Siti Fatimah dan Putra Tionghoa (Foto : Kementerian Pariwisata)

KabarSumatra.com— Pulau Kemaro merupakan sebuah pulau kecil berbentuk delta yang berada di tengah aliran Sungai Musi, sekitar 6 kilometer dari Jembatan Ampera.

Lokasinya berada di kawasan industri, tepatnya di antara area PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Pertamina Plaju, dan Sungai Gerong, atau di bagian timur pusat Kota Palembang.

Pulau yang memiliki luas sekitar 79 hektare dengan ketinggian sekitar 5 meter di atas permukaan laut ini tidak hanya menawarkan panorama Sungai Musi yang memikat.

Tetapi juga menjadi simbol perpaduan budaya Tionghoa dan Palembang.

Berawal Dari Legenda Cinta Siti Fatimah dan Tan Bun An

Kisah cinta tersebut menceritakan tentang Siti Fatimah, putri Kerajaan Sriwijaya, dan Tan Bun An, seorang saudagar sekaligus bangsawan dari Tiongkok yang datang ke Palembang untuk berdagang.

Keduanya saling jatuh cinta dan menikah. Setelah berkunjung ke Tiongkok menemui keluarga Tan Bun An.

Mereka kembali ke Palembang membawa beberapa guci hadiah yang ternyata berisi emas.

Karena mengira guci tersebut hanya berisi sayuran asin, Tan Bun An membuangnya ke Sungai Musi.

Setelah mengetahui ada emas di dalamnya, ia langsung terjun ke sungai untuk mengambilnya.

Namun Tan Bun An tidak pernah kembali ke permukaan.

Siti Fatimah yang berusaha menolong ikut terjun ke sungai dan menghilang bersama suaminya.

Konon, dari lokasi itulah kemudian muncul daratan yang kini dikenal sebagai Pulau Kemaro.

Hingga kini, legenda tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat Pulau Kemaro dikenal sebagai simbol cinta abadi dan kerukunan budaya.

Ada Apa Saja di Pulau Kemaro?

Pagoda Sembilan Lantai

Daya tarik utama Pulau Kemaro adalah pagoda sembilan lantai yang menjulang setinggi sekitar 45 meter.

Bangunan ini menjadi ikon Pulau Kemaro dan dapat terlihat dari kejauhan saat wisatawan menyusuri Sungai Musi.

Kelenteng Hok Tjing Bio

Di samping pagoda berdiri Kelenteng Hok Tjing Bio atau yang lebih dikenal sebagai Kelenteng Kwan Im.

Kelenteng ini dibangun pada tahun 1962 dan menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Tridharma di Sumatera Selatan.

Makam Siti Fatimah dan Tan Bun An

Di depan kelenteng terdapat makam yang dipercaya sebagai makam Siti Fatimah, Tan Bun An, dan para pengawalnya.

Lokasi ini menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan karena berkaitan langsung dengan legenda asal-usul Pulau Kemaro.

Pohon Cinta

Pulau Kemaro juga memiliki Pohon Cinta atau Pohon Jejawi yang dipercaya masyarakat sebagai simbol cinta sejati antara Siti Fatimah dan Tan Bun An.

Pohon ini sering menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, pasangan yang mengabadikan nama mereka di pohon tersebut diyakini akan memiliki hubungan yang langgeng.

Selain itu, untuk wisatawan yang berkunjung dapat juga menikmati beberapa fasilitas di antaranya, dermaga sandar kapal wisata.

Kemudian jalur pejalan kaki, area terbuka untuk bersantai, tempat ibadah, area festival budaya.

Serta sejumlah kios makanan dan suvenir yang biasanya ramai saat musim liburan dan perayaan keagamaan.

Pusat Perayaan Cap Go Meh di Sumatera Selatan

Pulau Kemaro dikenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Sumatera Selatan.

Setiap tahun ribuan warga memadati pulau ini untuk mengikuti berbagai kegiatan budaya.

Seperti barongsai, pawai lampion, pertunjukan seni tradisional, hingga ritual keagamaan.

Suasana tersebut menjadikan Pulau Kemaro sebagai simbol keberagaman dan harmonisasi budaya yang telah tumbuh di Palembang selama berabad-abad.

Cara Menuju Pulau Kemaro

Berbeda dengan objek wisata lainnya, Pulau Kemaro hanya dapat diakses melalui jalur sungai.

Wisatawan biasanya menggunakan perahu motor atau ketek dari kawasan Benteng Kuto Besak, Dermaga Ampera, maupun dermaga wisata lainnya di Palembang.

Perjalanan menuju Pulau Kemaro memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *