KabarSumatra.com — Kebocoran pipa gas tanam milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berujung ledakan dan kobaran api setinggi belasan meter. Peristiwa yang terjadi di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, memicu ketakutan warga dan memaksa penutupan sementara Jalur Lintas Timur Pekanbaru–Jambi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (1/1/2026) sore. Warga dikejutkan suara ledakan keras sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum api menyembur dari pipa gas yang bocor dan menjulang hingga sekitar 15 meter ke udara.
“Lokasi kejadian yang relatif dekat dengan aktivitas warga sempat memicu ketakutan,” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora.
Meski jarak pipa gas dengan pemukiman warga sekitar 500 meter, aparat tetap meminta masyarakat waspada dan menghentikan sementara aktivitas melintas di sekitar lokasi kejadian, termasuk di jalur utama lintas timur.
Api akibat kebakaran pipa gas tanam tersebut baru berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.41 WIB. Setelah kondisi dinyatakan aman, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
“Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi setelah api berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 05.41 WIB,” ujar AKBP Farouk.
Ia menjelaskan, sejak Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan PT PGI untuk melakukan penyekatan aliran gas dari dua arah.
“Api sudah padam setelah dilakukan penyekatan aliran gas dari arah Pekanbaru dan Jambi. Saat ini lokasi kami amankan untuk kepentingan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres.
Akibat kejadian tersebut, enam warga dilaporkan mengalami luka berat, sementara empat orang lainnya mengalami luka ringan. Selain korban manusia, ledakan juga merusak sejumlah fasilitas di sekitar lokasi.
Tercatat lima unit truk dan lima sepeda motor mengalami kerusakan. Tiga bangunan milik warga, yakni usaha tambal ban, tempat penampungan buah sawit, dan tempat cuci motor, serta terdampak.
“Untuk masyarakat yang menjadi korban saat ini masih menjalani perawatan,” ungkap AKBP Farouk.
Pascakejadian, kepolisian bersama pemerintah daerah membangun posko di sekitar lokasi guna memudahkan koordinasi penanganan dan pemantauan situasi. Sejumlah personel dari Polda Riau serta Dinas SDM Provinsi Riau turut dilibatkan dalam proses olah TKP.
“Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih kami dalami. Tim gabungan sedang bekerja mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, kebakaran pipa gas terjadi sekitar pukul 16.35 WIB di Dusun Nibul. Demi keselamatan, arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur yang menghubungkan Pekanbaru dan Jambi sempat dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
“Lokasi kejadian berada di jalur lintas timur yang menghubungkan Pekanbaru dan Jambi. Demi keselamatan, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat dihentikan sementara,” tutupnya.












