KabarSumatra.com — Seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kepulauan Riau dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat menjaring ikan di perairan Kabupaten Bengkalis. Korban diketahui bernama Rapat (38), ABK KM Makmur Jaya 89, yang jatuh ke laut pada Minggu (4/1/2026) dan hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa tersebut terjadi saat KM Makmur Jaya 89 yang diawaki empat kru tengah beroperasi di lokasi penangkapan ikan. Kapten kapal, Muslim, melaporkan korban terjatuh secara tiba-tiba ke laut saat sedang bekerja.
Upaya pertolongan mandiri sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban, namun derasnya arus laut membuat Rapat dengan cepat menghilang dari pandangan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD, Polairud Kepulauan Meranti, serta Pos TNI AL Bengkalis.
Keterlibatan tim dari Kepulauan Meranti dinilai strategis karena lokasi kejadian berada di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan daerah tersebut.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengizinkan telah menerima permintaan bantuan pencarian.
“Kami diminta membantu pencarian karena lokasi kejadian berada di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan Meranti. Tim kami sudah bergabung di lapangan sejak pagi tadi,” ujar Prima kepada media, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, saat ini tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian dengan metode penyisiran permukaan di sekitar titik terakhir korban terlihat atau Last Known Position (LKP).
“Tim SAR Gabungan sedang memetakan pola arus untuk memprediksi arah pergerakan korban. Kekuatan personel dan armada dari berbagai instansi telah disinergikan agar pencarian lebih efektif,” tambahnya.
Prima mengakui kondisi cuaca di perairan Bengkalis dan Meranti yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian.
Meski demikian, pencarian tetap dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP) selama tujuh hari ke depan jika korban belum ditemukan.
“Kami sangat berharap faktor cuaca mendukung proses evakuasi dan pencarian ini. Doa kami bersama keluarga korban agar pencarian dapat berjalan maksimal dan Rapat segera ditemukan dalam kondisi apapun,” harap Prima.
Hingga Senin sore, keberadaan Rapat masih belum diketahui. Tim SAR Gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan nelayan serta kapal-kapal yang melintas untuk memperluas informasi pencarian.












