KabarSumatra.com — Perekonomian Provinsi Riau menunjukkan sinyal pemulihan yang kian solid sepanjang tahun 2025. Apalagi, tanpa mengandalkan sektor minyak dan gas bumi (migas), pertumbuhan ekonomi daerah ini mampu melesat dan mencatat kinerja lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pertumbuhan ekonomi Riau pada tahun 2025 secara keseluruhan mencapai 4,79 persen.
Capaian ini dinilai lebih baik dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang berada di angka 3,52 persen.
“Ekonomi Riau tahun 2025 tumbuh sebesar 4,79 persen, membaik dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,52 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Asep menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi di seluruh lapangan usaha, dengan beberapa sektor mencatat peningkatan yang signifikan.
Dari sisi produksi, sektor jasa lainnya menjadi penopang utama dengan pertumbuhan tertinggi.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,86 persen,” kata Asep.
BPS juga mencatat kinerja perekonomian Riau pada triwulan IV-2025 mengalami pertumbuhan yang cukup positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekonomi Riau triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 4,94 persen,” jelasnya.
Pada periode tersebut, sektor jasa keuangan dan asuransi mencatatkan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, sementara konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dari sisi pengeluaran.
“Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,49 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,59 persen,” ujarnya.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, perekonomian Riau tetap tumbuh meski dengan laju yang relatif terbatas.
“Ekonomi Riau triwulan IV-2025 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,12 persen,” kata Asep.
Pertumbuhan triwulanan tersebut ditopang oleh sektor jasa dan belanja pemerintah yang cukup aktif menjelang akhir tahun.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 18,46 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,14 persen,” jelasnya.
Secara nominal, nilai perekonomian Riau sepanjang tahun 2025 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.201,38 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp598,61 triliun.
Menariknya, Asep menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau tanpa sektor migas justru lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total.
“Ekonomi Riau tahun 2025 jika dihitung tanpa migas tumbuh 5,40 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 4,10 persen,” ujarnya.
Dari sisi kontribusinya terhadap perekonomian nasional, posisi Riau juga masih tergolong kuat.
“Secara spasial, pada tahun 2025 Provinsi Riau memberikan kontribusi sebesar 5,08 persen terhadap perekonomian nasional dan merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau terbesar kedua di luar Pulau Jawa,” kata Asep.
BPS menilai, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di hampir seluruh lapangan usaha mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang tetap terjaga.
Sektor industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan masih menjadi tulang punggung utama dalam struktur ekonomi Provinsi Riau.












