Kepri  

Komisi XII DPR Apresiasi Industri Migas Swasta Batam, Produk Lokal Dinilai Saingi Impor

Komisi XII DPR Apresiasi Industri Migas Swasta Batam, Produk Lokal Dinilai Saingi Impor
Jaringan Gas di Batam (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Industri penunjang minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri kian menunjukkan taringnya. Di tengah dominasi produk impor, perusahaan migas swasta asal Batam justru tampil mengejutkan dengan produk lokal yang dinilai mampu bersaing dari sisi kualitas. Komisi XII DPR RI pun angkat topi.

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, saat melakukan Kunjungan Kerja Panja Migas Komisi XII bersama PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW) di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2026).

Ia menilai, selama ini banyak pihak mengira material industri migas harus didatangkan dari luar negeri, padahal kini sudah diproduksi di dalam negeri.

“Industri yang material-materialnya selama ini kita pikir diimpor dari luar negeri ternyata dibuat di Indonesia, salah satunya di pulau Batam ini,” ujarnya dlaam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/2/2026)..

Syarif Fasha menyebut PT DSAW sebagai contoh nyata perusahaan migas swasta, bukan berstatus BUMN, yang mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

Menurutnya, keberadaan industri semacam ini patut didukung karena berkontribusi langsung terhadap penguatan industri nasional sekaligus target pengangkatan migas nasional.

Ia menegaskan, Komisi XII DPR siap memberikan dukungan kepada para pemangku kepentingan agar industri penunjang migas di Batam dapat terus berkembang.

“Kami juga menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait, dukungan apa yang diperlukan dari kami (Komisi XII DPR) sehingga industri penunjang migas di Kota Batam ini bisa kami dukung,” katanya.

Lebih lanjut, anggota DPR Fraksi NasDem menyatakan Komisi XII akan mendorong pemanfaatan produk dalam negeri oleh pelaku utama sektor migas, termasuk SKK Migas dan PT Pertamina (Persero).

“Kami akan sampaikan juga ke SKK Migas maupun ke Pertamina selaku perusahaan BUMN kita, untuk bisa mengupayakan pemakaian produk-produk dalam negeri ini,” lanjutnya.

Syarif Fasha berharap ke depan perusahaan-perusahaan migas swasta nasional, khususnya PT DSAW, dapat menjadi “tuan rumah” di negeri sendiri.

Apalagi, PT DSAW tercatat memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 70 persen.

Di akhir kunjungannya, ia kembali menegaskan komitmen Komisi XII DPR untuk mendukung kebutuhan industri migas swasta dalam negeri, termasuk persoalan bahan baku yang selama ini masih bergantung pada produk impor.

“Kami sangat mendukung dan kami sampaikan kepada PT DSAW, apa yang diperlukan dukungan dari Komisi XII, nanti kita akan sounding-kan. Contohnya misal kebutuhan bahan baku karena selama ini ia (PT DSAW) membeli bahan baku lewat Krakatau Steel, ternyata industri perminyakan dan gas di Indonesia masih menggunakan bahan-bahan impor, ini akan kita dorong untuk bisa menggunakan produk-produk dalam negeri yang kualitasnya sudah sama seperti yang dibuat di luar negeri,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *