KabarSumatra.com — Menurunnya curah hujan di sejumlah wilayah Riau membuat pemerintah daerah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui BPBD Damkar mengusulkan penetapan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi, menyusul adanya daerah yang lebih dulu menetapkan status serupa.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pihaknya sudah menerima SK penetapan status siaga darurat karhutla dari Kabupaten Pelalawan. Sementara Kabupaten Bengkalis disebut masih dalam tahap persiapan.
“Kami sudah menerima satu SK penetapan status siaga darurat Karhutla dari Kabupaten Pelalawan. Selain itu Bengkalis juga sedang mempersiapkan, namun SK -nya belum kami terima,” ujar Jim dalam keterangan resmminya, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dengan adanya daerah yang telah menetapkan status tersebut, BPBD Damkar Riau bersama Forkopimda dan instansi terkait langsung menggelar rapat untuk membahas penetapan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi.
“Kami sudah melakukan rapat bersama Forkopimda Riau dan juga instansi terkait lainnya. Hasilnya, mengingat kondisi saat ini yang curah hujannya sudah menurun dan sudah ditemukan beberapa daerah yang terjadi Karhutla. Maka kami mengusulkan kepada Gubernur untuk penetapan siaga darurat Karhutla tingkat provinsi Riau,” ujarnya.
BPBD Damkar Riau menargetkan penetapan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi bisa rampung dalam pekan ini.
Jim menyebut, penetapan status tersebut penting agar pemerintah daerah dapat segera mengajukan dukungan ke pemerintah pusat untuk memperkuat upaya penanganan karhutla.
“Mudah-mudahan dalam pekan ini juga status siaga darurat Karhutla tingkat provinsi Riau sudah bisa ditetapkan. Karena kalau sudah ditetapkan, kami akan langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan Karhutla berupa helikopter water bombing, helikopter patroli dan juga operasi modifikasi cuaca,” sebutnya.












