KabarSumatra.com — Di tengah angka korban yang terus bertambah akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi, Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau kawasan yang terdampak. Kunjungan ini sekaligus menegaskan instruksi Presiden agar penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi prioritas nasional.
Presiden tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) pukul 10.20 WIB dengan pesawat kepresidenan.
Mengenakan baju safari cokelat muda, Prabowo disambut jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung naik helikopter untuk terbang ke Kabupaten Bireuen, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.
Dalam agenda tersebut, ia juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Kunjungan ini merupakan yang kedua untuk terakhir kalinya dalam sepekan. Sebelumnya, pada 1 Desember, Prabowo lebih dulu meninjau kondisi korban dan kerusakan di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
Di Bireuen, Presiden akan melihat langsung titik-titik yang mengalami kerusakan parah akibat banjir, memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, mengomunikasikan proses bantuan warga, hingga memeriksa pembukaan akses jalan yang terputus.
Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa penanganan darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar harus menjadi fokus utama pemerintah pusat. Seluruh sumber daya, katanya, harus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak.
Berdasarkan data BNPB hingga Minggu (7/12/2025), banjir besar di tiga provinsi tersebut telah merenggut 916 nyawa.
Sebanyak 274 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 4.200 lainnya mengalami luka-luka. Ratusan ribu warga juga terpaksa mengungsi dari 52 kabupaten/kota terdampak, dengan Aceh mencatat jumlah korban tewas terbanyak.
Tragedi ini menandai salah satu bencana banjir paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kunjungan Presiden menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan mempercepat langkah penanganan di lapangan.












