Aceh  

Pemulihan Pascabencana, Aceh Fokus Benahi Akses Jalan di Wilayah Dataran Tinggi

Pemulihan Pascabencana, Aceh Fokus Benahi Akses Jalan di Wilayah Dataran Tinggi
Kondisi sawah di aceh saat terjadi banjir bandang (dok : Int).

KabarSumatra.com — Pemerintah Aceh menaruh fokus besar pada pemulihan infrastruktur konektivitas di wilayah dataran tinggi sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana. Perbaikan akses jalan yang dinilai krusial untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan terdampak.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, saat bersilaturahmi dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Pendopo Bupati Aceh Tengah, Takengon, Jumat malam (26/12/2025).

M. Nasir menegaskan bahwa akses jalan di wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues merupakan “urat nadi” perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh memprioritaskan pembenahan sejumlah titik infrastruktur yang terdampak bencana, khususnya untuk menjamin distribusi logistik dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Jika distribusi logistik lancar dan stok mencukupi, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin membaik. Oleh karena itu, konektivitas harus segera pulih,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, sejumlah strategi proyek yang menjadi prioritas meliputi perbaikan jembatan penghubung Kabupaten Bireuen–Bener Meriah, perbaikan jalan Simpang KKA–Bener Meriah, serta pembukaan akses jalan lintas Pameu–Aceh Tengah.

Selain itu, jalur Nagan Raya–Aceh Tengah dan poros Aceh Tengah–Gayo Lues juga masuk agenda mendesak untuk memulihkan mobilitas antarwilayah di dataran tinggi Aceh.

Tak hanya soal infrastruktur jalan, Sekda Aceh juga menyoroti pentingnya relokasi warga yang terdampak banjir dan longsor ke lokasi yang lebih aman. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memastikan keakuratan data rumah warga yang terdampak bencana.

“Masyarakat harus memiliki rumah yang layak. Dengan perumahan yang stabil, perekonomian keluarga bisa kembali berjalan, terutama di sektor unggulan seperti pertanian dan perkebunan,” tambah M. Nasir.

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir juga mendorong pemanfaatan kayu gelondongan sisa banjir dan longsor sebagai material pembangunan kembali jembatan dan rumah warga, sebagai langkah efisiensi sekaligus percepatan pemulihan.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Aceh, Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, serta seluruh instansi terkait. Ia mengungkapkan bahwa roda perekonomian masyarakat mulai bergerak seiring membaiknya akses jalan antar-kabupaten.

Namun demikian, Haili Yoga mengakui masih terdapat sejumlah desa yang terisolir akibat longsor. Beberapa wilayah bahkan hanya bisa dijangkau menggunakan kendaraan khusus seperti motor trail atau mobil offroad.

“Masih ada bantuan desa yang terisolir sehingga logistik terpaksa dikirim melalui udara. Kami memohon dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR untuk segera membuka akses jalan menuju desa-desa tersebut agar bantuan dan aktivitas warga tidak lagi terhambat,” pungkas Haili Yoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *