Sumsel  

Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Sumsel 18–24 Februari

Cuaca Ekstrem Mengintai, Aceh Berlakukan Status Siaga hingga 20 April
Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok : Int).

KabarSumatra.com — Cuaca di Sumatera Selatan diperkirakan belum bersahabat dalam sepekan ke depan. Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi pada tanggal 18–24 Februari 2026. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.

Peringatan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, Rabu (18/2/2026).

“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Sumsel selama sepekan ke depan,” ujar Siswanto dalam keterangannya.

BMKG memetakan potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem pada dua periode. Untuk tanggal 18–20 Februari, wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi OKU Selatan, OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Lahat, dan Muara Enim.

Sementara pada 21–24 Februari, potensi serupa beralih ke OKU Selatan, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Muara Enim, dan OKI.

Menurut Siswanto, dinamika atmosfer di Sumsel pada periode tersebut tergolong labil dan sangat aktif.

“Pada kurun waktu 18-24 Februari, kondisi atmosfer di wilayah Sumsel diprakirakan masih sangat dinamis dan labil. Hal ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase aktif di wilayah Benua Maritim, yang berkontribusi besar terhadap peningkatan pasokan uap udara di kawasan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut diperkuat oleh Indeks Monsun Australia.

“Kondisi ini, selanjutnya, diperkuat secara signifikan oleh kinerja Indeks Monsun Australia (AUSMI) yang diprediksi mencapai nilai puncaknya (mendekati indeks 14) pada periode awal (18-19 Februari).”

Fenomena itu, kata dia, menandakan adanya pergerakan angin barat yang kuat membawa massa udara basah di seluruh Sumatera bagian selatan.

“Menandakan adanya seruak angin Baratan yang sangat kuat membawa massa udara basah ke seluruh Sumatera Bagian Selatan. Interaksi antara monsun yang kuat dengan aktivitas Gelombang Equatorial Kelvin serta anomali suhu muka laut yang hangat semakin meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif secara masif,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *